kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Moody’s beri rating Ba1 untuk Adaro Indonesia, anak usaha Adaro Energy (ADRO)


Selasa, 15 Oktober 2019 / 19:51 WIB
ILUSTRASI. Lembaga pemeringkat utang global Moody’s menyematkan peringkat Ba1 kepada PT Adaro Indonesia.


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Khomarul Hidayat

Moody’s memperkirakan, dividen dari entitas perusahaan kemungkinan besar akan minimal dalam 2 tahun-3 tahun ke depan. Sehingga, diperkirakan ADRO masih bergantung pada tambang batubara termal di Kalimantan Selatan.

Peringkat Ba1 juga mencerminkan ekspektasi Moody’s bahwa izin usaha pertambangan (IUP) Adaro Indonesia yang berakhir pada Oktober 2022 akan dapat diperpanjang.

Rating ini juga mempertimbangkan risiko ADRO dari negara-negara yang mulai memperhatikan energi hijau dengan mengurangi penggunaan batubara.

Baca Juga: Topang Ekspansi, Adaro Menjajaki Penerbitan Surat Utang

Moody’s juga memberi prospek (outlook) yang stabil kepada ADRO. Status ini mencerminkan ekspektasi Moody’s bahwa ADRO akan menjalankan strategi pertumbuhannya sambil terus mematuhikebijakan keuangan konservatif.

Moody's dapat meningkatkan peringkat utang ADRO jika perusahaan tersebut berhasil meningkatkan profil bisnisnya melalui diversifikasi produk dan geografis sembari berpegang pada kebijakan keuangan yang konservatif.

Di sisi lain, Moody’s juga dapat menurunkan peringkat utang ADRO jika mengalami gangguan operasional atau fundamental sehingga mengurangi pendapatan dan penurunan arus kas. Selain itu, kegagalan ADRO dalam memperpanjang izin usaha pertambangan juga dapat membuat Moody’s menurunkan profil utang ADRO.

Baca Juga: Duh! Ekspor Emiten Batubara Menurun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×