kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Monex: Penguatan rupiah masih terbuka


Minggu, 24 Juli 2016 / 20:56 WIB


Reporter: Namira Daufina | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Dukungan internal dan eksternal bakal jadi kekuatan rupiah untuk menguat di hadapan dollar AS pada Senin (25/7).

Di pasar spot, Jumat (22/7), nilai tukar rupiah teraresiasi 0,03% di level Rp 13.095 per dollar AS. Sementara, kurs tengah Bank Indonesia mencatat, mata uang Garuda menguat 0,15% ke posisi Rp 13.102 per dollar AS.

Research and Analyst PT Monex Investindo Futures Putu Agus Pransuamitra mengatakan, peluang rupiah untuk unggul lebih terbuka ketimbang dollar AS.

Menurutnya, meski data manufaktur Amerika Serikat yang dirilis baru-baru ini cukup solid, namun tidak akan cukup membantu dollar AS. Pasalnya, pasar akan mengantisipasi pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC). "Karena yang penting bagi pasar kini adalah arah pernyataan Gubernur The Fed Janet Yellen," ujar Putu.

Apalagi, Paman Sam belum akan merilis data ekonomi terbaru, yang memungkinkan untuk menyokong dollar AS. Sehingga, peluang rupiah untuk mencuri keunggulan akan terbuka lebih lebar. Terutama, jika data neraca perdagangan Jepang bisa mendukung mata uang Asia.

Meski demikian, lanjtu Putu, peluang penguatan rupiah versus dollar AS bakal terbatas, sebab pasar akan wait and see menanti hasil FOMC pada pertengahan pekan ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×