kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 18.004   41,00   0,23%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Mitratel (MTEL) Tebar Dividen 98% dari Laba 2025, Cek Rekomendasi Analis


Kamis, 02 Juli 2026 / 05:05 WIB
Mitratel (MTEL) Tebar Dividen 98% dari Laba 2025, Cek Rekomendasi Analis
ILUSTRASI. PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) (Dok/Mitratel)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel menyiapkan dividen tunai sebesar Rp 2,08 triliun kepada pemegang saham, setara 98% dari laba bersih tahun buku 2025. 

Besarnya pembagian dividen ini membuat saham MTEL kembali dilirik investor di tengah tekanan yang masih membayangi pasar saham domestik.

Berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), setiap pemegang saham akan menerima dividen sebesar Rp 25,6 per saham. 

Baca Juga: Alokasikan 98% Laba Bersih, Mitratel (MTEL) Tebar Dividen Tunai Rp 2,08 Triliun

Dengan harga saham MTEL di level Rp 505 per saham pada penutupan perdagangan Selasa (1/7), dividend yield yang ditawarkan mencapai sekitar 5,06%.

Senior Research Analyst Sinarmas Sekuritas Indonesia Yosua Zisokhi menilai tingkat imbal hasil tersebut cukup menarik, terutama ketika pasar saham masih bergerak fluktuatif dan IHSG telah terkoreksi lebih dari 34% sejak awal tahun.

"Yield jelas atraktif karena equity market tercermin dari IHSG saat ini secara year-to-date turun signifikan. Dividen juga menjadi sumber cash flow bagi investor," ujar Yosua, Rabu (1/7).

 

Menurutnya, dividen berpotensi menjadi katalis positif bagi pergerakan saham MTEL dalam jangka pendek. Namun, dalam jangka panjang, investor tetap akan mencermati kemampuan perusahaan menjaga pertumbuhan bisnis dan mempertahankan kesehatan keuangan.

Yosua menilai keputusan membagikan hampir seluruh laba tidak akan menghambat ekspansi perusahaan. 

Baca Juga: Bea Ekspor Diproyeksi Jadi Beban Tambahan Emiten Batubara, Cek Rekomendasi Analis

Pasalnya, Mitratel masih memiliki struktur permodalan yang kuat dengan rasio debt-to-equity (DER) sekitar 0,56 kali, termasuk salah satu yang terendah di industri menara telekomunikasi.

Di sisi lain, kemampuan menghasilkan kas juga tetap solid. Hingga kuartal I-2026, MTEL mencatat recurring free cash flow sebesar Rp 5,7 triliun.

Angka tersebut memberikan ruang pendanaan internal yang cukup besar untuk mendukung belanja modal maupun peluang akuisisi ke depan.

Likuiditas perusahaan juga dinilai terjaga. Per akhir Maret 2026, posisi kas dan setara kas Mitratel mencapai Rp 2,8 triliun, sehingga perusahaan masih memiliki fleksibilitas finansial meski mengalokasikan dividen dalam jumlah besar.

Selain menyetujui pembagian dividen, pemegang saham juga merestui rencana merger MTEL dengan dua entitas anak usaha, yakni PT Ultra Mandiri Telekomunikasi (UMT) dan PT Persada Sokka Tama (PST). 

Baca Juga: Mitratel (MTEL) Berencana Merger Internal, Simak Rekomendasi Sahamnya

Aksi korporasi ini diharapkan memperbesar skala usaha sekaligus memperkuat portofolio infrastruktur telekomunikasi yang dimiliki Mitratel.

Dengan kombinasi dividen tinggi, arus kas yang kuat, serta langkah konsolidasi bisnis melalui merger, MTEL dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan yang menarik di tengah kondisi pasar yang belum sepenuhnya pulih.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×