Reporter: Yuliana Hema | Editor: Noverius Laoli
Angka tersebut memberikan ruang pendanaan internal yang cukup besar untuk mendukung belanja modal maupun peluang akuisisi ke depan.
Likuiditas perusahaan juga dinilai terjaga. Per akhir Maret 2026, posisi kas dan setara kas Mitratel mencapai Rp 2,8 triliun, sehingga perusahaan masih memiliki fleksibilitas finansial meski mengalokasikan dividen dalam jumlah besar.
Selain menyetujui pembagian dividen, pemegang saham juga merestui rencana merger MTEL dengan dua entitas anak usaha, yakni PT Ultra Mandiri Telekomunikasi (UMT) dan PT Persada Sokka Tama (PST).
Baca Juga: Mitratel (MTEL) Berencana Merger Internal, Simak Rekomendasi Sahamnya
Aksi korporasi ini diharapkan memperbesar skala usaha sekaligus memperkuat portofolio infrastruktur telekomunikasi yang dimiliki Mitratel.
Dengan kombinasi dividen tinggi, arus kas yang kuat, serta langkah konsolidasi bisnis melalui merger, MTEL dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan yang menarik di tengah kondisi pasar yang belum sepenuhnya pulih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














