kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45691,13   20,36   3.03%
  • EMAS924.000 -0,22%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Minim sentimen positif, analis memproyeksi IHSG melemah pada perdagangan Rabu (11/9)


Selasa, 10 September 2019 / 19:48 WIB
Minim sentimen positif, analis memproyeksi IHSG melemah pada perdagangan Rabu (11/9)
ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia

Reporter: Yasmine Maghfira | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,17% atau setara 10,46 poin ke level 6.336,67 pada perdagangan Selasa (10/9).

Namun, kedua analis ini memproyeksi IHSG pada perdagangan Rabu (11/9) kembali akan melemah.

Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menyatakan IHSG besok melemah karena murni analisa teknikal.
Ia menambahkan, minggu ini memang minim sentimen. Meskipun terdapat dua isu di pasar global yang menjadi sentimen terdekat untuk pelemahan IHSG besok.

Pertama, proses Brexit yang masih berlangsung dan tidak jelas statusnya. Kedua, rencana pertemuan Bank Sentral Eropa yang akan diadakan di hari Kamis mendatang.

Baca Juga: IHSG menguat 0,17% ke 6.336 di akhir perdagangan Selasa (10/9)

Sementara, dari domestik ada pernyataan Bank Indonesia (BI) yang menyampaikan ada potensi untuk memangkas suku bunga acuan kembali sebesar 25 bps.

"Tetapi, kami melihat selama The Fed tidak memangkas suku bunganya akan sulit bagi IHSG untuk menguat," ujar Nico kepada Kontan.co.id, Selasa (10/9).

Sebab, ketika tingkat suku bunga acuan Indonesia dengan The Fed jaraknya semakin dekat, maka potensi capital outflow akan semakin besar.

Hal itu juga disebabkan oleh tingkat rating Indonesia sebagai negara emerging market ialah BBB, sedangkan Amerika Serikat (AS) memiliki ratingAAA.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama juga memproyeksi IHSG besok melemah dikarenakan lebih kepada minimnya sentimen positif dari data makro ekonomi domestik. Sementara dari global, ialah terkait dengan US Crude Oil Inventories yang diproyeksikan negatif, sehingga mempengaruhi penguatan harga minyak.

Baca Juga: Gara-gara ekonomi global melambat, sejumlah sekuritas kompak pangkas target IHSG 2019

Hari ini, aksi jual bersih asing di seluruh pasar tercatat mencapai Rp 438,76 miliar.

Menurut Nico, hal itu diakibatkan oleh pelaku pasar dan investor yang masih wait and see, khususnya di bulan September ini.

Sementara itu, Nico memproyeksikan IHSG melemah dan dapat diperdagangkan di rentang level 6.300-6.360, sedangkan Nafan memperkirakan IHSG diperdagangkan di rentang 6.294-6.381.




TERBARU
Terpopuler

Close [X]
×