Reporter: Cipta Wahyana | Editor: Cipta Wahyana
JAKARTA. Bursa dunia diperkirakan akan mengalami kecenderungan fluktuatif selama tahun 2012. Pasalnya, bursa akan lebih ditentukan oleh keputusan-keputusan politik untuk mencicil mengatasi krisis ekonomi.
Hal ini disampaikan Michael Tjoajadi, Presdir PT Schroders Investment Management Indonesia, Sabtu (29/10/2011), dalam acara temu wicara Share and Learn Media Bisnis dan Investasi Kontan dengan tema "Reksadana Tetap Profit di Masa Sulit".
Michael mencontohkan, antusiasme pasar sempat mendorong indeks beberapa bursa asing di Eropa dan Amerika Serikat menguat. Hasil pertemuan para pemimpin Eropa tentang pemotongan utang Yunani, Kamis lalu, menjadi pemicunya. Namun, antusiasme ini merosot hanya sehari kemudian ketika ada beberapa pendapat yang mempertanyakan keputusan tersebut.
"Solusi yang dihasilkan akan bersifat sedikit demi sedikit tidak akan menyelesaikan masalah secara umum," kata Michael.
Akibatnya, di 2012, indeks bursa saham global akan cendrung fluktuatif.
Michael menilai, krisis Uni Eropa sulit teratasi karena negara-negara anggotanya memiliki kekuatan dan kebijakan fiskal yang berbeda-beda. Namun, Michael masih optimistis terhadap prospek Indonesia mengingat 60% ekonomi digerakan oleh konsumsi dalam negeri.
Sementara, Rudiyanto, Senior Research Analyst PT Infovesta, menilai saat yang paling tepat untuk investasi reksadana pada saat ini adalah ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di bawah 3700. "Karena fundamental kita bagus," ujarnya.
Sumber: www.kompas.com/Penulis: Edna C Pattisina | Nasru Alam Aziz
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













