CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Merugi, HERO tutup 63 gerai


Selasa, 28 Juli 2015 / 19:30 WIB


Reporter: Amailia Putri Hasniawati | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Rapor kinerja PT Hero Supermarket Tbk (HERO) para paruh pertama 2015 memerah. Perseroan babak belur akibat sejumlah kebijakan yang menyebabkan membengkaknya beban dan tergerusnya margin.

Berdasarkan laporan keuangan resmi perusahaan, emiten ritel ini mencatatkan kerugian sebesar Rp 31,59 miliar per akhir Juni 2015. Sebagai perbandingan, pada periode yang sama tahun lalu, perseroan mampu membukukan laba sekitar Rp 94,75 miliar.

Adapun, pendapatan bersih mengalami peningkatan yakni dari Rp 6,5 triliun menjadi Rp 7,48 triliun. Stephane Deutsch, Presiden Direktur HERO mengaakan, profitabilitas perseroan terganggu akibat kenaikan upah minimum, peningkatan persediaan dan rasionalisasi gerai.

Sepanjang 2015, perseroan telah menutup 63 gerai. Mayoritas gerai yang ditutup adalah Starmart, yaitu sebanyak 39 gerai. Terlebih, dari gerai yang ada, perusahaan tidak bisa mendulang cuan secara maksimal.

"Starmart terkana dampak negatif pembatasan penjualan minuman beralkohol," ujar Stephane pada pernyataan resmi, Selasa (28/7).

Saat ini, lanjut dia, pihaknya tengah melakukan tinjauam strategis demi menyelamtkan bisnis convinient store nya tersebut. Pada bisnis makanan, perseroan lebih fokus pada penjualan produk segar.

HERO sedang berupaya meningkatkan pangsa pasar penjualan like-for-like Giant. Adapun strategi pada operasional upscale, Hero Supermarket terus meningkatkan penawarannya pada produk segar, impor dan eksklusif.

Lalu, pada bisnis kesehatan dan kecantikan, HERO tetap mealakukan ekspansi atas gerai Guardian. Bersamaan dengan itu, juga dilakukan penyegaran penampilan dan pengembangan private label. Hal ini guna mendongkrak penjualan like-for-like.

Pada bisnis home furnishings, melalui IKEA, perseroan sedang mempersiapkan peluncuran katalog kedua pada bulan September 2015. Sebagai penunjang, investasi pada sistem teknologi informasi (TI) pun berlanjut.

Disamping menetapkan strategi bisnsi yang mumpuni, perseroan juga tengah menyiapkan beberapa inisiatif untuk mengurangi dampak kenaikan biaya. "Kami tetap optimistis untuk (peforma) paruh ke dua 2015," pungkas Stehphane.

Hingga Juni 2015, HERO mengoperasikan 641 gerai yang terdiri dari 53 Giant Ekstra. Lalu, 155 Hero Supermarket dan Giant Ekspres. Ada 337 gerai Guardian, satu gerai IKEA, dan 95 gerai Starmart.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×