kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Merger BUMN Farmasi Dilanjutkan Menteri Baru


Selasa, 18 Agustus 2009 / 15:21 WIB
Merger BUMN Farmasi Dilanjutkan Menteri Baru


Reporter: Sandy Baskoro | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyerahkan kelanjutan proses penggabungan usaha atau merger BUMN farmasi kepada pemerintahan baru.

Menteri Negara BUMN Sofyan A. Djalil mengemukakan, konsep dan blue print (cetak biru) BUMN farmasi sebenarnya sudah ada. "Jadi pemerintahan berikutnya yang akan menangani," ujar Sofyan di Jakarta, Selasa (18/8).

Pemerintah memang sudah berniat menggabungkan tiga BUMN farmasi dalam satu entitas. Mereka adalah PT
Kimia Farma Tbk (KAEF), PT Indofarma Tbk (INAF), dan PT Phapros Tbk.

Sekuritas sebagai penasehat keuangan untuk merger BUMN farmasi. Alhasil, bola merger BUMN farmasi Belakangan, pembicaraan justru kembali ke titik nol. Sebab, pemerintah mengkaji kembali posisi Mandiri kini berada di tangan pemerintahan baru pimpinan Soesilo Bambang Yudhoyono-Boediono.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×