kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.819   -9,00   -0,05%
  • IDX 8.133   100,88   1,26%
  • KOMPAS100 1.146   14,31   1,26%
  • LQ45 828   7,29   0,89%
  • ISSI 288   4,65   1,64%
  • IDX30 431   4,00   0,94%
  • IDXHIDIV20 517   4,31   0,84%
  • IDX80 128   1,49   1,17%
  • IDXV30 141   1,36   0,97%
  • IDXQ30 140   1,18   0,85%

Merger akuisisi makin marak di Indonesia


Rabu, 30 Agustus 2017 / 18:45 WIB
Merger akuisisi makin marak di Indonesia


Reporter: Eldo Christoffel Rafael | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Indonesia merupakan negara tujuan utama saat investor melihat peluang bisnis di Asia Tenggara. Oleh karena itu, lembaga konsultan Bain and Company melihat mergers and acquisitions (M&As;) akan semakin marak di Indonesia.

Menurut Suvir Varma, Partner and Asia Pacific Head of Financial Investors practice, Bain & Company menyatakan dengan populasi terbesar di Asia Tenggara membuat Indonesia jadi pasar yang menarik bagi Indonesia.

Menurutnya banyak investor akhirnya berbondong-bondong masuk ke Indonesia untuk menjadikan pembuktian sukses masuk ke pasar Asia Tenggara.

"Misalnya, Grab ingin sukses ekspansi di negara ASEAN. Namun bila tidak sukses di Indonesia itu berarti tanda sinyal yang kurang baik," kata Suvir dalam paparan Roundtable to Discuss Deal Activity in Indonesia, Jakarta, Rabu (30/8).

Menurut Suvir, teknologi internet hanyalah bagian kecil alasan masuknya merger dan akuisisi terjadi. Menurutnya, merger dan akuisisi dalam barang konsumer akan terus terjadi karena tingkat konsumsi Indonesia masihlah tinggi.

"Contohnya grup Lippo masih terus mengembangkan bisnis ritelnya dan Grup MAP dalam pengembangan produk sportnya," katanya.

Usman Akhtar, Partner and Indonesia Head of Financial Investors Practice Bain & Company menjelaskan tren perusahaan asing merger di dalam bisnis teknologi dan startup hanyalah momentum. "Perilaku konsumtifnya masyarakat Indonesia masih tinggi dengan jumlah populasi yang ada," kata Usman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×