Reporter: Yasmine Awalia | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. MotoGP Mandalika 2026 berpotensi meningkatkan mobilitas masyarakat menuju Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ini dapat menjadi peluang bagi sejumlah emiten transportasi, baik maskapai maupun transportasi darat.
Sekedar info, MotoGP Mandalika akan berlangsung pada 9-11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, NTB.
Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori Ekky Topan mengatakan, peningkatan mobilitas selama MotoGP berpotensi memberikan tambahan volume bagi emiten transportasi. Namun, dampaknya terhadap kinerja perusahaan secara keseluruhan diperkirakan masih terbatas karena event hanya berlangsung beberapa hari dan kontribusi rute Lombok relatif kecil terhadap total operasi perusahaan.
Baca Juga: Beban Bunga Utang Korporasi Naik, Obligasi Jadi Pilihan di Tengah IPO yang Sepi
"Tambahan tersebut belum cukup besar untuk menjadi game changer terhadap kinerja secara keseluruhan. Dampaknya lebih kepada tambahan load factor dan revenue pada rute Lombok selama periode event," kata Ekky.
Meski begitu, peningkatan trafik selama MotoGP terlihat dari penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya. Pada 2024, jumlah penumpang Bandara Lombok selama periode MotoGP mencapai 52.762 orang, naik sekitar 6,9% dibandingkan periode MotoGP 2023.
Jika dibandingkan dengan kondisi normal, rata-rata trafik harian pada periode sibuk MotoGP 2024 juga sekitar 23,5% lebih tinggi dibandingkan rata-rata September. Sementara pada 2025, jumlah penonton MotoGP meningkat menjadi lebih dari 140.000 orang dengan 44 penerbangan tambahan maupun charter.
Untuk 2026, Ekky memperkirakan kenaikan jumlah penumpang terutama terjadi beberapa hari sebelum dan setelah balapan. Hal tersebut tercermin dari pengajuan 47 extra flight pada 8-12 Oktober. Dari jumlah tersebut, Garuda Indonesia dan Citilink mendapatkan tambahan total 27 penerbangan.
Senior Equity Research Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas juga melihat potensi peningkatan mobilitas selama periode MotoGP. Ia memperkirakan Bandara Lombok akan melayani sekitar 98.670 pergerakan penumpang pada 5-15 Oktober 2026.
Tak hanya transportasi udara, permintaan kendaraan sewa juga berpotensi meningkat. Pada MotoGP 2024, salah satu usaha rental motor di Lombok mencatat permintaan naik dari sekitar 10-15 unit per hari menjadi 50-70 unit menjelang balapan.
Dengan peningkatan mobilitas tersebut, kedua analis menyoroti PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) dan PT Blue Bird Tbk (BIRD) sebagai emiten yang memiliki eksposur terhadap momentum MotoGP Mandalika.
"GIAA berpotensi memperoleh tambahan volume dari extra flight Garuda dan Citilink, sedangkan BIRD berpotensi menikmati peningkatan taxi, airport transfer dan rental Goldenbird di Lombok," ujar Sukarno.
Menurut Ekky, GIAA menjadi salah satu emiten yang paling langsung mendapatkan tambahan volume dari penyelenggaraan MotoGP. Sementara itu, BIRD memiliki eksposur melalui layanan Bluebird dan Goldenbird di Lombok, termasuk layanan rental serta perjalanan menuju kawasan Mandalika.
Namun Ekky menilai MotoGP belum cukup menjadi katalis utama bagi kinerja emiten transportasi pada kuartal IV-2026. Kontribusinya kemungkinan masih lebih kecil dibandingkan faktor seasonal demand yang lebih luas, seperti periode libur Natal dan Tahun Baru.
"Jadi kami tidak akan menjadikan MotoGP sebagai dasar utama membeli saham transportasi," ujar Ekky.
Menurut Ekky, emiten transportasi dapat memperkuat strategi dengan menambah armada pada periode permintaan puncak, melakukan dynamic fleet allocation, memperluas kerja sama dengan hotel dan bandara, serta menawarkan paket transportasi menuju venue.
Sementara itu, Sukarno mengingatkan investor untuk mencermati kemampuan emiten dalam mengonversi kenaikan volume menjadi peningkatan yield, margin, dan laba, bukan hanya pertumbuhan pendapatan.
Baca Juga: Permintaan SBR015 Diprediksi Menguat Jelang Penutupan, Ini Alasannya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














