kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Menjelang akhir tahun, saham sektor kesehatan paling prospektif


Kamis, 21 November 2019 / 22:20 WIB
ILUSTRASI. Pegawai melintas di depan layar pergerakan harga saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (25/10/2019). Akhir tahun menjadi momentum para pelaku pasar dan investor melakukan rebalancing portofolio yang dimiliki.


Reporter: Kenia Intan | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Akhir tahun menjadi momentum para pelaku pasar dan investor melakukan rebalancing portofolio yang dimiliki. Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengamati, perburuan saham-saham berprospek sudah bisa dimulai saat ini.

 Tentu saja, saham yang akan dikoleksi harus memiliki prospek yang baik di tahun depan. Menurut Nico, saham sektor kesehatan, infrastruktur, dan perbankan masih akan menjadi pilihan investor.

"Ada satu sektor yang menarik yaitu kesehatan karena Pak Jokowi akan mulai terfokus kepada kesehatan," kata Nico ketika dihubungi Kontan.co.id, Kamis (21/11). Setelahnya, disusul sektor infrastruktur, dan perbankan.

Baca Juga: Ekonomi melambat, indeks saham barang konsumer masih akan tercatat negatif

Adapun untuk sektor infrastruktur, saham yang layak dikoleksi menurut Nico antara lain seperti EXCL, JSMR, dan TLKM. Sementara untuk sektor perbankan ada  BBCA, BBNI, BBRI, dan BMRI.

Untuk sektor kesehatan, saham MIKA, HEAL, SILO, dan KLBF layak untuk dikoleksi. Nico merekomendasikan buy dengan target harga Rp 4.500 untuk HEAL, Rp 2.750 untuk MIKA, Rp 7.650 untuk SILO, dan  Rp 2.000 untuk KLBF.

Baca Juga: Masih Ada Potensi Window Dressing, IHSG Bisa Menuju 6.500 di Akhir Tahun

Berkaca dari kondisi sejauh ini, Nico menilai obligasi dan saham masih menjadi jenis investasi yang menarik untuk dikoleksi dibandingkan lainnya. Akan tetapi, Nico memberikan catatan saham yang menarik di tahun depan akan dipengaruhi oleh sentimen Amerika Serikat dan China.

"Kalau mereka berdamai saham akan menggeliat tahun depan," ungkapnya. Jika belum berdamai maka obligasi mungkin akan lebih diminati.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×