kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Menjelang akhir tahun, saham sektor kesehatan paling prospektif


Kamis, 21 November 2019 / 22:20 WIB
Menjelang akhir tahun, saham sektor kesehatan paling prospektif
ILUSTRASI. Pegawai melintas di depan layar pergerakan harga saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (25/10/2019). Akhir tahun menjadi momentum para pelaku pasar dan investor melakukan rebalancing portofolio yang dimiliki.

Reporter: Kenia Intan | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Akhir tahun menjadi momentum para pelaku pasar dan investor melakukan rebalancing portofolio yang dimiliki. Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengamati, perburuan saham-saham berprospek sudah bisa dimulai saat ini.

 Tentu saja, saham yang akan dikoleksi harus memiliki prospek yang baik di tahun depan. Menurut Nico, saham sektor kesehatan, infrastruktur, dan perbankan masih akan menjadi pilihan investor.

"Ada satu sektor yang menarik yaitu kesehatan karena Pak Jokowi akan mulai terfokus kepada kesehatan," kata Nico ketika dihubungi Kontan.co.id, Kamis (21/11). Setelahnya, disusul sektor infrastruktur, dan perbankan.

Baca Juga: Ekonomi melambat, indeks saham barang konsumer masih akan tercatat negatif

Adapun untuk sektor infrastruktur, saham yang layak dikoleksi menurut Nico antara lain seperti EXCL, JSMR, dan TLKM. Sementara untuk sektor perbankan ada  BBCA, BBNI, BBRI, dan BMRI.

Untuk sektor kesehatan, saham MIKA, HEAL, SILO, dan KLBF layak untuk dikoleksi. Nico merekomendasikan buy dengan target harga Rp 4.500 untuk HEAL, Rp 2.750 untuk MIKA, Rp 7.650 untuk SILO, dan  Rp 2.000 untuk KLBF.

Baca Juga: Masih Ada Potensi Window Dressing, IHSG Bisa Menuju 6.500 di Akhir Tahun

Berkaca dari kondisi sejauh ini, Nico menilai obligasi dan saham masih menjadi jenis investasi yang menarik untuk dikoleksi dibandingkan lainnya. Akan tetapi, Nico memberikan catatan saham yang menarik di tahun depan akan dipengaruhi oleh sentimen Amerika Serikat dan China.

"Kalau mereka berdamai saham akan menggeliat tahun depan," ungkapnya. Jika belum berdamai maka obligasi mungkin akan lebih diminati.



Video Pilihan

TERBARU

Close [X]
×