kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Menjaring saham saat momen window dressing


Jumat, 06 Desember 2019 / 07:18 WIB
ILUSTRASI. IHSG sumringah, Kamis (5/12), aksi mempercantik portofolio atawa window dressing sudah dimulai. KONTAN/Carolus Agus Waluyo/03/12/2019


Reporter: Akhmad Suryahadi, Dityasa H Forddanta, Kenia Intan | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belakangan kembali sumringah. Kemarin, Kamis (5/12), indeks menguat 0,64% ke level 6.152,12. Sehingga, IHSG telah mengakumulasi kenaikan 3,34%.

Indikasinya, aksi mempercantik portofolio atawa window dressing sudah dimulai. "Kami melihat arahnya akibat window dressing meski sulit mengatakan hanya faktor ini yang menjadi penguat IHSG," ujar Kepala Riset Koneksi Kapital Alfred Nainggolan.

Menurutnya, pergerakan saham lapis pertama (first liner) lebih atraktif selama momen window dressing. Ini tak lepas dari motivasi dari aksi windows dressing sendiri yakni untuk perbaikan portofolio.

Baca Juga: IHSG naik 0,64%, investor asing menadah 3 saham ini

Setali tiga uang, Analis Panin Sekuritas William Hartanto melihat, window dressing akan mengerek beberapa sektor di bursa saham. Sektor yang akan terangkat mulai dari saham-saham perbankan, barang-barang konsumer, pertambangan, kemudian disusul dengan sektor-sektor lainnya. "Secara historis selalu seperti itu," kata William.

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Haryanto Wijaya menjelaskan, ada tiga sektor yang bakal positif di Desember. Ketiganya adalah, keuangan, konsumer dan industri dasar.

Dia menambahkan, secara spesifik sub-sektor perbankan yang bakal prospektif. Sedangkan dari industri dasar ada sub-sektor poultry.

Baca Juga: Prediksi Kurs Rupiah: Menanti Negosiasi Dagang

Selalu ada alasan di balik window dressing. Sektor keuangan prospektif lantaran proyeksi kinerja 2020 yang lebih baik. Sektor konsumer didorong oleh sentimen membaiknya harga komoditas CPO dan inovasi yang agresif.

"Kami juga melihat prospek cerah poultry karena mandat culling dari pemerintah," terang Haryanto dalam riset 4 Desember. Pada saat yang bersamaan, valuasi saham pultry seperti PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) sudah murah.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×