Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Transformasi PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melalui diversifikasi ke sektor minyak dan gas (migas) dinilai menjadi fondasi penting untuk memperkuat ketahanan bisnis.
Langkah strategis ini mengubah profil perseroan dari produsen petrokimia yang murni siklikal menjadi kelompok usaha energi terintegrasi.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai prospek kinerja TPIA hingga akhir tahun masih konstruktif, didorong oleh akuisisi Aster yang memperbesar skala usaha perseroan.
Baca Juga: OJK Targetkan Aturan Demutualisasi Bursa Rampung pada Kuartal III 2026
Dalam jangka pendek, kontribusi lini usaha kilang berpotensi menjadi penopang utama laba di tengah tantangan marjin petrokimia.
Menurut Nafan, diversifikasi ke bisnis kilang memberikan sumber pendapatan dengan faktor penggerak (drivers) yang berbeda, sehingga mampu mengurangi volatilitas laba.
Ketika marjin petrokimia tertekan akibat kelebihan pasokan (oversupply) global, kontribusi kilang minyak membantu menjaga profitabilitas perseroan secara keseluruhan.
Kendati demikian, efektivitas langkah diversifikasi ini sangat bergantung pada kualitas eksekusi di lapangan. Pasar diperkirakan akan mencermati kemampuan manajemen dalam mengendalikan leverage serta merealisasikan sinergi operasional pasca akuisisi.
Baca Juga: Rupiah Ditutup Menguat ke Rp 17.933 Per Dolar Hari Ini (5/8), Indeks Dolar Lesu
"Bagi investor, keberhasilan integrasi dan kemampuan menghasilkan arus kas yang konsisten kemungkinan akan menjadi indikator yang lebih penting dibandingkan pertumbuhan laba jangka pendek semata," kata Nafan kepada Kontan, Rabu (5/8/2026).
Dari sisi tantangan, TPIA masih dihadapkan pada ketidakpastian fluktuasi harga minyak mentah dan bahan baku (feedstock), tingginya volatilitas yang meningkatkan risiko biaya persediaan, serta tantangan penyelarasan budaya organisasi dan sistem rantai pasok pasca akuisisi.
Analis Maybank Sekuritas Indonesia Kevin Halim mengatakan bahwa akuisisi Aster melipatgandakan kapasitas petrokimia TPIA menjadi 9,0 mtpa sekaligus menambah kilang minyak berkapasitas 237 kbpd.
Kevin juga memproyeksikan laba bersih TPIA berbalik positif (turnaround) mencapai US$ 752 juta pada tahun 2026.
Sementara itu, Analis JP Morgan Sekuritas Indonesia Arnanto Januri mencatat unit kilang Aster telah menyumbang pendapatan operasional sebesar US$ 341 juta pada kuartal II-2026.
Capaian tersebut membantu menutupi rugi operasional segmen petrokimia yang menyempit ke level US$ 21 juta.
Nafan menyarankan investor untuk mencermati sejumlah sentimen utama hingga akhir tahun, mulai dari pergerakan refining margin, tren spread petrokimia produk olefin dan poliolefin, hingga realisasi efisiensi biaya.
"Integrasi dari kilang hingga petrokimia menciptakan peluang optimalisasi rantai nilai (value chain), mulai dari pengadaan bahan baku, efisiensi logistik, hingga fleksibilitas produksi," ujar Nafan.
Nafan menyematkan rekomendasi add untuk saham TPIA dengan target harga Rp 2.940 per saham.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
