kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.000,55   -10,32   -1.02%
  • EMAS1.131.000 0,27%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Menguji Ketahanan IHSG Jika Ledakan Omicron Berlanjut dan PPKM Diperketat


Minggu, 06 Februari 2022 / 18:33 WIB
Menguji Ketahanan IHSG Jika Ledakan Omicron Berlanjut dan PPKM Diperketat
ILUSTRASI. Menguji Ketahanan IHSG Jika Ledakan Omicron Berlanjut dan PPKM Diperketat


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Waspada! gelombang ketiga penyebaran Covid-19 tampak sedang menghantam Indonesia. Ada 33.729 kasus baru per Sabtu (5/2), yang mendongkrak kasus aktif menjadi 163.468. Di tengah penyebaran varian omicron yang mengancam, bagaimana dampaknya terhadap bursa saham?

Ledakan kasus covid-19 varian omicron ini berpeluang membuat pemerintah kembali memperketat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Sejumlah analis pun memiliki pandangan berbeda mengenai arah bursa saham jika gelombang ketiga terus bergulir dan PPKM kembali diperketat.

Equity Analyst Kanaka Hita Solvera Andhika Cipta Labora menilai bahwa kondisi tersebut bakal menjadi sentimen negatif bagi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Jika PPKM kembali naik ke level 3 apalagi 4, mobilitas masyarakat kembali terbatas. Hal ini akan mengganggu pemulihan ekonomi yang sedang melaju.

Baca Juga: IHSG Diproyeksi Menguat di Awal Pekan, Cermati Pergerakan Saham BSDE, MNCN dan BBCA,

"Apabila terjadi gelombang ketiga dan pemerintah menaikkan level PPKM ini akan menjadi penekan IHSG untuk jangka pendek dan IHSG berpotensi terkoreksi," kata Andhika saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (6/2).

Dilihat dari Analisis Elliott Wave, sebut Andhika, IHSG berpotensi untuk membentuk wave [e] dari wave 4 dengan target koreksi ke level 6.570-6.600. 

Sementara itu, Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat pergerakan IHSG sepekan terakhir belum menunjukkan kekhawatiran lonjakan kasus omicron. IHSG mengalami penguatan dan tampak akan menguji area resistance di 6.738-6.754.

"Namun demikian dengan meningkatnya kasus omicron menjadi kekhawatiran tersendiri akan pengetatan PPKM dan dikhawatirkan membawa dampak negatif untuk IHSG sendiri," ujar Herditya.

Secara teknikal, apabila IHSG belum menembus level resistance-nya, maka IHSG akan menguji level area 6.600-6.650 terlebih dahulu untuk area koreksi terdekatnya. Herditya bilang, pelaku pasar tetap dapat mencermati area resistance sebagai acuan.

Baca Juga: IHSG Menguat 1,29% Dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar Sentuh Rp 8.488,37 Triliun

Technical Analyst Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova memandang bahwa pelaku pasar masih cukup percaya diri. Terlebih jika melihat aksi beli asing yang meningkat pada perdagangan Jum'at (4/2) dengan net buy Rp 870 miliar. "IHSG pun saat ini bergerak mendekati resistance 6.754 yang jika ditembus akan mengonfirmasi bullish continuation," ungkapnya.

Melihat IHSG yang masih tangguh, Ivan memperkirakan sekalipun terjadi pengetatan PPKM, maka koreksi yang bisa terjadi pada IHSG relatif terbatas. Yakni ke area 6.575-6.600.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×