kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,52%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Mengintip Prospek Kilau Harga Emas Antam hingga Akhir Tahun Nanti


Kamis, 18 April 2024 / 05:35 WIB
Mengintip Prospek Kilau Harga Emas Antam hingga Akhir Tahun Nanti
ILUSTRASI. Logam mulia emas Antam di Jakarta. KONTAN/Cheppy A. Muchlis


Reporter: Nadya Zahira | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) stagnan pada Rabu (17/4).

Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 1.321.000. Harga emas Antam itu tak berubah dari harga yang dicetak pada Selasa (16/4). Meski begitu, harga ini merupakan yang tertinggi sepanjang masa.

Harga emas Antam naik mengekor kenaikan harga emas dunia. Berdasarkan data Trading Economics, harga emas spot menyentuh level tertinggi di US$ 2.426 per ons troi pada Jumat (12/4) pukul 21.45 WIB. 

Sedangkan pada Rabu (17/4) pukul 14.30 WIB, harga emas spot berada di US$ 2.378,97 per ons troi, naik 0,11% dari penutupan perdagangan kemarin.

Baca Juga: Harga Emas Spot Rawan Profit Taking

Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Rivanda Alwan mengatakan, kenaikan harga emas Antam disebabkan oleh harga emas dunia yang turut naik hingga mencapai level US$ 2.378 per ons troi pada hari ini, Rabu (17/4). 

Rivanda menilai, hal tersebut didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah antara Iran dan Israel, utamanya setelah Iran melancarkan serangan balasan. Dengan kondisi ini, ditakutkan akan menjadi konflik berkelanjutan dan ditakutkan melebar menjadi konflik regional. 

“Apabila hal ini terjadi, maka pasar akan memasuki mode risk off, di mana pelaku pasar cenderung memilih untuk melindungi aset mereka sehingga permintaan akan safe-haven asset, seperti emas dan logam mulia yang diperkirakan akan meningkat,” kata Rivanda kepada Kontan.co.id, Rabu (17/4). 

Sentimen selanjutnya, Rivanda mengatakan datang dari rilis angka inflasi Amerika Serikat (AS) yang masih memanas dan belum mencapai target sebesar 2%, serta komentar dari beberapa pejabat The Fed yang hawkish terhadap tingkat suku bunga.

“Hal itu membuat ekspektasi pasar bergeser pada kemungkinan penurunan tingkat suku bunga pada bulan September bukan Juni 2024, dan pemotongan suku bunga lebih dari satu kali di tahun ini berkurang,” kata dia. 

Selain itu, dia mengatakan sentimen selanjutnya yaitu, kinerja Dolar AS yang menguat sehingga membuat Indeks imbal hasil treasury AS untuk produk 10 tahun meningkat dalam dua hari berturut-turut, membuat investor cenderung memilih asset treasury AS daripada emas. Hal ini juga kemungkinan menahan laju harga emas.

Kemudian penyebab harga emas naik lainnya, Rivanda bilang karena perekonomian Tiongkok bergerak positif dengan berekspansi 5,3% sepanjang tahun pada triwulan I 2024. Penjualan Ritel Maret Tiongkok secara year on year (YoY), juga naik 3,1%. Sementara produksi Industri negara tersebut mencapai 4,5% YoY. 

Baca Juga: Harga Emas Dunia Stabil, Kendati Dollar AS Mahal

“Sementara itu, investasi aset tetap meningkat 4,5% tahun berjalan YoY di bulan Maret. Dengan ekonomi China yang positif, mengingat China adalah salah satu konsumen terbesar emas, hal ini diharapkan dapat meningkatkan permintaan emas,” imbuhnya. 

Di sisi lain, analis pasar mata uang Lukman Leong mengatakan, kenaikan harga emas Antam kemarin dipicu oleh harga emas internasional yang kembali naik dan rupiah yang kembali melemah akibat penguatan dolar AS lantaran didukung oleh permintaan bank sentral serta ketidakpastian geopolitik dan perang yang baru saja terjadi antara Iran - Israel. 

Dengan begitu, Lukman menilai bahwa tren harga emas internasional masih akan terus naik didukung oleh permintaan bank sentral dan investor. 




TERBARU

[X]
×