kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.884   2,00   0,01%
  • IDX 9.074   41,50   0,46%
  • KOMPAS100 1.257   8,97   0,72%
  • LQ45 889   6,70   0,76%
  • ISSI 332   2,11   0,64%
  • IDX30 452   2,78   0,62%
  • IDXHIDIV20 533   3,28   0,62%
  • IDX80 140   0,98   0,71%
  • IDXV30 148   1,02   0,70%
  • IDXQ30 145   0,70   0,49%

Menghitung Potensi IHSG Tembus Level 10.000


Kamis, 15 Januari 2026 / 07:55 WIB
Menghitung Potensi IHSG Tembus Level 10.000
ILUSTRASI. Mirae Asset menargetkan IHSG bisa tembus ke atas 10.000 didukung pertumbuhan ekonomi 5,3% pada 2026.


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mirae Asset Sekuritas Indonesia memproyeksikan pasar saham Indonesia tetap konstruktif di tahun 2026. Sekuritas asal Korea Selatan ini optimistis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa menenjak ke level 10.500. 

Chief Economist & Head of Research Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto mengatakan optimisme tersebut didukung dari ekspektasi pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi serta potensi kebijakan yang lebih akomodatif. 

Untuk pertama kalinya, IHSG menutup perdagangan di level 9.000. Pada Rabu (14/1/2026), IHSG ditutup menguat 0,94% ke level 9.032,58. Ini merupakan level tertinggi sepanjang masa alias all time high terbaru IHSG.  

“Menariknya, penguatan IHSG di awal 2026 terjadi di tengah data ekonomi yang relatif kurang menggembirakan, mulai dari inflasi Desember yang tinggi, surplus neraca perdagangan yang lebih rendah, hingga defisit fiskal yang melebar,” katanya, Rabu (14/1/2026). 

Baca Juga: Proyeksi Rupiah untuk Hari Ini (15/1): Rentang Rp 16.860-Rp 16.890

Selain itu, tekanan eksternal juga masih membayangi pasar keuangan domestik. Sentimen risk- off global mendorong penguatan indeks Dollar AS (DXY), yang berdampak pada depresiasi nilai tukar Rupiah.

Bahkan pertama kalinya, nilai tukar rupiah ditutup di atas level Rp 16.800 per dolar Amerika Serikat (AS) sejak April 2025. Pada akhir perdagangan Rabu (14/1/2026), rupiah di pasar spot bertengger di level Rp 16.865 per dolar AS. 

Menurut Rully, kondisi tersebut membuat ruang pelonggaran kebijakan moneter menjadi semakin terbatas. Kombinasi inflasi yang tinggi dan depresiasi rupiah menyebabkan Bank Indonesia memiliki ruang yang sangat sempit untuk menurunkan suku bunga pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) 20–21 Januari 2026. 

Dia menilai dalam jangka pendek, arah kebijakan moneter akan sangat berhati-hati. Namun, pasar saham tetap bergerak positif karena pelaku pasar melihat prospek ekonomi yang lebih baik ke depan, terutama jika kebijakan moneter dan fiskal dapat diselaraskan. 

Rully memproyeksikan, dalam jangka menengah, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan mencapai  5,3% 2026. Momentum ini akan sangat bergantung pada efektivitas kebijakan fiskal dalam mendorong belanja produktif dan menjaga keberlanjutan pertumbuhan. 

“Keselarasan kebijakan moneter dan fiskal akan menjadi salah satu faktor kunci yang mendukung target IHSG 10.500. Jika likuiditas terjaga dan stimulus fiskal berjalan efektif, pasar akan memiliki fondasi yang lebih kuat,” kata Rully. 

Selanjutnya: Masa Rawan Tiba, Long Weekend Setelah ATH Berpotensi Terjadi Profit Taking

Menarik Dibaca: Promo Es Teler 77 Terbatas: Jangan Sampai Kehabisan Beli 1 Gratis 1 Harga Spesial

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×