kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Menkeu Purbaya Optimistis IHSG Tembus 10.000, Begini Pendapat OJK


Jumat, 09 Januari 2026 / 17:42 WIB
Menkeu Purbaya Optimistis IHSG Tembus 10.000, Begini Pendapat OJK
ILUSTRASI. Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bergerak positif di awal 2026. Bahkan, pada intraday perdagangan Kamis (8/1/2026), IHSG berhasil menyentuh level psikologis baru di 9.000.

Pada perdagangan Jumat (9/1/2026), IHSG ditutup menguat 0,13% ke level 8.936,75. Kapitalisasi pasar alias market cap IHSG mencapai Rp 16.300 triliun.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan IHSG bisa tembus 10.000 pada 2026. Menurutnya, capaian kinerja IHSG akan sejalan dengan kondisi perekonomian.

Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK menuturkan pihaknya menyambut baik adanya optimisme IHSG bisa menyentuh level 10.000 di 2026.  

Baca Juga: Harga Komoditas Logam Industri Kompak Turun Kecuali Aluminium, Simak Prospeknya

Namun, Inarno menilai semangat optimisme tersebut perlu didukung oleh fundamental ekonomi Indonesia yang solid dan peran investor domestik. Menurutnya, ketika fundamental Indonesia peran investor domestik meningkat, level 10.000 dapat tercapai. 

“Penting dicermati bahwa pergerakan indeks selain dipengaruhi fundamental emiten dipengaruhi berbagai faktor yang terjadi di domestik dan global,” jelas dia dalam konferensi pers, Jumat (9/1/2026). 

Inarno menyebut OJK berupaya untuk memastikan pasar modal dalam negeri berjalan secara teratur, wajar dan efisien. Untuk 2026, OJK akan fokus pada peningkatan kualitas emiten, peningkatan free float dan mendorong partisipasi investor institusi. 

“Kami mendorong ekosistem pasar modal yang sehat dan berintegritas agar pertumbuhan indeks bisa berkelanjutan, bukan hanya momentum jangka pendek,” kata Inarno.  

Purbaya bilang ada tiga hal yang bakal fokus dilakukan oleh pemerintah untuk memacu pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi di 2026. Pertama, memacu belanja pemerintah sejak awal tahun.

Kedua, koordinasi fiskal dan moneter yang lebih erat dengan Bank Indonesia (BI). Terakhir, pemerintah akan mengurai satu per satu hambatan usaha alias debottlenecking.

Baca Juga: IHSG Ditutup Menguat ke 8.936,7 Hari Ini (9/1), Top Gainers LQ45: MEDC, MDKA, INCO

Selanjutnya: Harga Komoditas Logam Industri Kompak Turun Kecuali Aluminium, Simak Prospeknya

Menarik Dibaca: Promo Guardian Super Hemat 8-21 Januari 2026, Tambah Rp 1.000 Dapat 2 Rexona Spray

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×