kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.860   17,00   0,10%
  • IDX 8.197   -67,90   -0,82%
  • KOMPAS100 1.155   -13,40   -1,15%
  • LQ45 828   -11,85   -1,41%
  • ISSI 294   -2,09   -0,71%
  • IDX30 431   -4,88   -1,12%
  • IDXHIDIV20 515   -5,88   -1,13%
  • IDX80 129   -1,56   -1,19%
  • IDXV30 142   -0,77   -0,54%
  • IDXQ30 139   -1,89   -1,34%

Mengantar 6 emiten melantai di kuartal I, UOB Kay Hian masih punya 5 calon emiten


Rabu, 08 April 2020 / 18:32 WIB
Mengantar 6 emiten melantai di kuartal I, UOB Kay Hian masih punya 5 calon emiten
ILUSTRASI. UOB Kay Hian Sekuritas membawa enam perusahaan melantai dengan total emisi sekitar Rp 823,26 miliar.


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sepanjang kuartal I-2020, UOB Kay Hian Sekuritas membawa enam perusahaan melantai dengan total emisi sekitar Rp 823,26 miliar. Sebagian merupakan carry over dari tahun 2019 karena perusahaan-perusahaan tersebut menggunakan buku Juli-Agustus 2019.

Enam perusahaan yang dibawa UOB Kay Hian Sekuritas melantai adalah PT Era Mandiri Cemerlang Tbk (IKAN), PT Pratama Widya Tbk (PTPW), PT Putra Rajawali Kencana Tbk (PURA), PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA), PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) dan PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA). Khusus DADA, UOB Kay Hian Sekuritas bekerjasama dengan PT Shihan Sekuritas.

Baca Juga: Sepanjang kuartal I-2020, 19 emiten melantai dengan total emisi Rp 2,74 triliun

Dalam pipeline, UOB Kay Hian Sekuritas masih memiliki lima calon emiten yang akan melantai. Lima calon emiten tersebut bergerak di sektor properti, material bangunan, barang konsumsi dan retail. "Di pipeline ada, tapi apakah mau lanjut dengan kondisi ini, masih diskusi dengan calon emiten," jelas sumber yang dihubungi Kontan.co.id, Rabu (8/4).

Dia menambahkan, sepanjang 2020 sepertinya sekuritas-sekuritas termasuk UOB Kay Hian akan sulit mendapat tambahan calon emiten yang akan IPO. Pasalnya banyak calon emiten yang menunda rencana IPO, melihat kondisi IHSG yang berada di bawah level 5.000 sehingga banyak emiten cenderung memiliki valuasi rendah. Hal ini juga dampak dari sikap investor yang cenderung wait and see saat ini.

Baca Juga: IHSG merosot 26,56% sepanjang 2020, BEI: minat IPO masih tinggi

"Saya rasa semua sekuritas juga akan sama dan baru pulih di 2021 karena untuk proses mungkin banyak yang memakai buku September. Cuma dengan keadaan ekonomi dengan pertumbuhan yang mungkin minus sangat sulit perusahaan ada earning growth," jelas dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×