kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.843   41,00   0,24%
  • IDX 8.262   -29,33   -0,35%
  • KOMPAS100 1.167   -4,59   -0,39%
  • LQ45 838   -4,23   -0,50%
  • ISSI 296   -0,12   -0,04%
  • IDX30 435   -0,87   -0,20%
  • IDXHIDIV20 520   -0,24   -0,05%
  • IDX80 130   -0,52   -0,40%
  • IDXV30 143   0,82   0,58%
  • IDXQ30 140   -0,37   -0,26%

Menerawang efek window dressing pada reksadana saham dan campuran pada tahun ini


Senin, 06 Desember 2021 / 14:32 WIB
Menerawang efek window dressing pada reksadana saham dan campuran pada tahun ini
ILUSTRASI. Ilustrasi reksadana. KONTAN/Muradi/2018/03/13


Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bulan Desember kerap dikatakan sebagai bulan baik untuk pasar modal sebagaimana seasonality trend tersebut datang dari para manajer investasi yang mempercantik portofolionya (window dressing) sebagai strategi untuk menarik investor. 

Saham blue chip dengan kapitalisasi pasar yang besar ramai dikoleksi oleh para pelaku pasar. Berikut rekap kinerja bulanan IHSG serta reksa dana saham dan campuran.

Infovesta Utama dalam rilis mingguannya yang dikeluarkan Senin (6/12) mengatakan, dalam 10 tahun terakhir, rata-rata return bulanan IHSG pada penutupan tahun (Desember) sebesar 3,23%. Sejalan dengan IHSG, reksadana saham dan campuran mencetak rata-rata kinerja yang cukup baik sebesar 2,82% dan 1,74%. 

Selanjutnya, return bulanan IHSG (6,53%), reksadana saham (6,32%) dan reksadana campuran (4,04%) pada Desember 2020 yang menjadi tahun awal transmisi pandemi tercatat cukup baik. “Hanya saja, untuk periode Desember tahun ini, market dibayangi oleh sentimen negatif atas varian baru virus corona yang disebut Omicron," tulis Infovesta Utama dalam risetnya.

Baca Juga: Hanya reksadana pasar uang yang catatkan kinerja positif dalam sepekan terakhir

"Varian tersebut ditemukan telah masuk ke negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Varian yang dilabeli WHO sebagai Virus of Concern (VoC) tersebut memberikan kekhawatiran bagi para pelaku pasar dalam negeri,” lanjut Infovesta.

Salah satu kekhawatiran akan keberadaan varian omicron adalah penularannya yang cepat dan mampu melawan sistem kekebalan tubuh yang terbentuk dari vaksin. Sebagai langkah antisipatif, pemerintah menyiapkan sejumlah program seperti menaikkan kembali PPKM ke level III, meniadakan cuti bersama akhir tahun hingga menyiapkan vaksin booster.

Walau begitu, Infovesta Utama memandang window dressing tahun ini masih berpeluang menarik di tengah bayangan sentimen Omicron. Sejumlah program pemerintah dalam pencegahan penyebaran varian Omicron dan return yang cukup baik pada window dressing 2020 (awal transmisi pandemi), menjadi katalis positif baik untuk kinerja pasar saham. 

“Hal tersebut merefleksikan peluang window dressing masih akan terjadi di penutupan tahun ini. Investor dapat mempertimbangkan saham maupun reksadana saham, campuran serta reksadana indeks yang berisi saham-saham berkapitalisasi besar (blue chip),” tutup Infovesta Utama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×