kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.830.000   -50.000   -1,74%
  • USD/IDR 17.177   14,00   0,08%
  • IDX 7.559   -34,73   -0,46%
  • KOMPAS100 1.040   -10,36   -0,99%
  • LQ45 744   -12,17   -1,61%
  • ISSI 273   -1,59   -0,58%
  • IDX30 401   -0,83   -0,21%
  • IDXHIDIV20 487   -2,68   -0,55%
  • IDX80 116   -1,41   -1,20%
  • IDXV30 139   0,63   0,45%
  • IDXQ30 128   -0,94   -0,72%

Menebak Arah Pergerakan IHSG Usai Keputusan MSCI


Rabu, 22 April 2026 / 07:22 WIB
Diperbarui Rabu, 22 April 2026 / 07:28 WIB
Menebak Arah Pergerakan IHSG Usai Keputusan MSCI
ILUSTRASI. IHSG Menguat-Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Dimas Andi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tekanan bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertambah seiring pengumuman dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Namun, sentimen ini diyakini hanya berlaku sementara dan perhatian pasar akan tetap tertuju pada sentimen utama yang memang jadi penentu arah IHSG sepanjang 2026.

Seperti yang diketahui, MSCI mengumumkan tetap mempertahankan pembatasan terhadap saham Indonesia dalam tinjauan indeks Mei 2026 mendatang.

Keputusan ini diambil seiring proses evaluasi reformasi transparansi pasar yang baru dilakukan Indonesia.

Dalam pernyataan pada Senin (20/4/2026) lalu, MSCI belum akan menambah saham Indonesia ke dalam MSCI Investable Market Indexes pada tinjauan kali ini.

Baca Juga: IHSG Berpeluang Rebound Terbatas, Cermati Saham Pilihan Analis untuk Rabu (22/4)

MSCI juga masih membekukan peningkatan inklusi asing untuk saham-saham Indonesia. Di samping itu, MSCI masih mengkaji ruang lingkup, konsistensi, serta efektivitas data dan kebijakan baru yang diumumkan otoritas Indonesia.

Lebih jauh, MSCI juga mengumumkan akan menghapus saham yang diidentifikasi oleh otoritas Indonesia sebagai saham dengan konsentrasi kepemilikan yang tinggi atau high shareholding concentration (HSC).

MSCI juga dapat menggunakan data pengungkapan pemegang saham 1% untuk menyesuaikan estimasi free float jika sesuai. 

Seiring dengan itu, IHSG terkoreksi 0,46% ke level 7.559,38 pada penutupan perdagangan Selasa (21/4). Sejak awal tahun, kinerja IHSG telah menyusut 12,58% year to date (ytd). 

Bersamaan dengan itu, beberapa saham penghuni MSCI mengalami net sell asing. 

Contohnya adalah saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang mencatatkan net sell asing di seluruh pasar Rp 128,6 miliar pada Selasa (21/4). Saham perbankan lainnya, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) juga mencatat net sell asing Rp 168,9 miliar.

Baca Juga: Tekanan Bagi IHSG Makin Berat, Imbas Keputusan MSCI

Selanjutnya, ada PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yang membukukan net sell asing Rp 72,8 miliar.

Dua saham kategori HSC di MSCI yaitu PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) juga mencatat net sell asing masing-masing Rp 52,1 miliar dan Rp 64,1 miliar di seluruh pasar pada Selasa lalu.

Pengamat Pasar Modal sekaligus Founder Sekolah Saham Indonesia, Raden Bagus Bima, mengatakan, pengumuman MSCI memiliki dua arti.

Pertama, MSCI memastikan pasar saham Indonesia tetap berstatus emerging market.

Kedua, MSCI masih perlu waktu untuk melihat perkembangan hasil kebijakan reformasi pasar modal Indonesia.

Hal yang sudah pasti adalah keluarnya saham BREN dan DSSA dari MSCI karena tergolong HSC, sehingga kedua saham tersebut akan tetap tertekan sampai dengan rebalancing MSCI berikutnya.

Raden menilai, IHSG belum bisa naik signifikan dalam waktu dekat. Ini mengingat, efek keputusan MSCI dapat berdampak pada penurunan bobot saham-saham yang sudah masuk ke indeks global tersebut.

Alhasil, sentimen ini akan mempengaruhi kinerja pasar saham Indonesia untuk sementara waktu.

Baca Juga: IHSG Berpotensi Menguat Terbatas pada Rabu (22/4), Cek Rekomendasi Analis Berikut

"Barulah nanti di tahun depan kemungkinan besar hasil dari keterbukaan informasi ini bisa berbuah positif untuk pasar Indonesia dan diharapkan MSCI kembali menaikkan bobotnya terhadap pasar Indonesia," ujar dia, Selasa (21/4).

Hingga akhir semester I-2026, Raden memproyeksikan IHSG akan bergerak di rentang 7.300--7.900. Sedangkan untuk akhir tahun nanti, IHSG diprediksi ada di kisaran 7.700--8.400.


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×