kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Menanti kepastian Brexit, pasangan kurs poundsterling rentan berubah


Selasa, 22 Oktober 2019 / 21:31 WIB
Menanti kepastian Brexit, pasangan kurs poundsterling rentan berubah
ILUSTRASI. An anti-Brexit activist demonstrates as British Prime Minister Theresa May and German Chancellor Angela Merkel meet to discuss Brexit, at the chancellery in Berlin, Germany, April 9, 2019. REUTERS/Fabrizio Bensch

Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasangan kurs poundsterling tengah menunggu nasib di tengah meningkatnya ketidakpastian rencana keluarnya Inggris dari Uni Eropa (EU) atau Brexit. Alhasil, prospek pasangan kurs poundsterling juga rentan berubah, termasuk untuk pasangan EUR/GBP dan GBP/JPY.

Analis HFX International Berjangka Ady Phangestu menjelaskan bahwa Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson malam ini (22/10) akan mengetahui apakah dirinya memiliki peluang untuk mendapatkan kesepakatan Brexit melalui parlemen. Selain itu, akan diputuskan apakah langkah Brexit akan tetap dilakukan pada 31 Oktober 2019 atau justru molor. 

Sebagaimana diketahui, Johnson telah mengalami dua kali penolakan pemungutan suara, terkait permintaannya kepada parlemen untuk mendukung kesepakatan Brexit. Johnson juga memperkenalkan rancangan undang-undang (RUU) Penarikan Perjanjian. 

Baca Juga: Menanti kepastian Brexit di akhir bulan, poundsterling disarankan jual

"Johnson mungkin memiliki dukungan yang cukup untuk memenangkan suara itu, hanya saja apakah anggota parlemen setuju dengan jadwal cepat untuk mendorong RUU tersebut," ungkap Ady kepada Kontan.co.id, Selasa (22/10).

Di sisi lain, sentimen EUR juga menanti arah Brexit selanjutnya. Ditambah lagi, pekan ini bakal ada pernyataan terakhir dari Gubernur Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi sebelum lepas jabatan dan mengalihkannya kepada Lagarde, yang tentunya bakal berpengaruh bagi prospek kurs euro ke depan. 

Untuk perdagangan Rabu (23/10) Ady memperkirakan prospek pasangan EUR/GBP masih akan melemah ke kisaran 0,85000, meskipun saat ini masih tertahan di kisaran 0,85750. Di mana, secara teknikal peluang melemah masih cukup besar. 

Baca Juga: Voting Brexit ditunda, ini yang terjadi pada poundsterling

Ini tampak dari indikator RSI yang berada di daerah oversold turun ke level 30, yang mengindikasikan sentimen negatif masih besar. Sedangkan indikator MACD masih jauh di bawah level 0, disusul stochastic yang sudah oversold sekaligus menggambarkan peluang turun cukup besar. Ditambah lagi, harga masih di bawah moving average (MA) 200.

Dengan begitu, EUR/GBP direkomendasikan buy untuk jangka pendek dan sell di jangka panjang. Adapun kisaran resistance berada di 0,86250, 0,86750, dan 0,87500. Sedangkan untuk level support 0,85750, 0,85000, dan 0,84250. 

Sedangkan untuk pasangan GBP/JPY direkomendasikan sell untuk jangka pendek, dan buy di jangka panjang. Secara keseluruhan pasangan kurs tersebut masih bergerak konsolidasi di level 140,00.

Baca Juga: Rupiah menguat di akhir pekan ini, bagaimana dengan pekan depan?

Pergerakan harga GBP/JPY masih di atas indikator MA 200, disusul dengan indikator RSI dan stochastic berada di atas level 70 yang menandakan harga sudah overbought. Sementara itu, histogram MACD masih tinggi dan belum menunjukkan sinyal yang valid untuk turun. "Kedua pairs GBP/JPY dan EUR/GBP ini masih menunggu apa yang akan terjadi pada pertemuan Brexit," tegasnya. 

Untuk perdagangan Rabu (23/10) pasangan GBP/JPY diperkirakan bergerak pada rentang resistance 140,750 - 141,250 - 141,740. Sedangkan level support berada di area 140 - 139,250 - 138,750. 



Video Pilihan

TERBARU

×