kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Menanti Data Inflasi AS, Begini Proyeksi Rupiah pada Perdagangan, Kamis (11/6)


Rabu, 10 Juni 2026 / 18:18 WIB
Menanti Data Inflasi AS, Begini Proyeksi Rupiah pada Perdagangan, Kamis (11/6)
ILUSTRASI. Rupiah Kembali Melemah (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada Rabu (10/6/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot menguat 0,63% secara harian ke Rp 17.944 per dolar AS. 

Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah menguat 0,93% secara harian ke Rp 17.971 per dolar AS. 

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, penguatan rupiah murni didukung sentimen domestik oleh meningkatnya harapan pada BI untuk kembali menaikkan suku bunga ke depannya.

Langkah pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis pertamax juga positif bagi rupiah.

Baca Juga: Cadangan Devisa Menurun, Begini Proyeksi Rupiah untuk Selasa (9/6)

Momentum positif ini diharapkan masih akan bisa berlanjut besok apabila tidak ada tekanan ekstrim dari eksternal terutama perkembangan seputar Timur Tengah dan harga minyak mentah dunia. 

“Walau demikian, rilis data inflasi AS juga berpotensi menahan penguatan rupiah. Dari domestik, investor menantikan rilis data penjualan ritel bulan April,” ujar Lukman kepada Kontan, Rabu (10/6/2026).

Lukman memproyeksikan rupiah besok (11/6) bergerak di kisaran Rp 17.900 – Rp 18.000 per dolar AS.

Analis Mata Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa pelaku pasar menyambut baik kenaikan suku bunga Bank Indonesia sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,5% pada hari Selasa, yang bertujuan untuk menstabilkan rupiah setelah berulang kali mencapai rekor terendah. 

“Kenaikan suku bunga acuan juga membantu pemerintah dalam lelang obligasi bertenor 10 tahun, dengan bunga 7,4% sehingga investor asing maupun domestik diharapkan bisa kembali menyerbu lelang Surat Utang Negara (SUN),” kata Ibrahim, Rabu (10/6/2026). 

Baca Juga: Data NFP AS Menguat, Begini Proyeksi Rupiah untuk Senin (8/6)

Ke depan, Ibrahim melihat pergerakan rupiah salah satunya akan dipengaruhi data ekonomi AS. Terdekat, akan ada rilis data inflasi AS. Selain itu, pasar terus memantau perkembangan eskalasi geopolitik di Timur Tengah. 

Ibrahim memperkirakan rupiah pada Kamis (11/6) bergerak fluktuatif namun ditutup menguat direntang Rp 17.900 – Rp 17.950 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×