kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Membaiknya data manufaktur AS bikin harga minyak menanjak


Jumat, 22 Juli 2011 / 08:04 WIB
ILUSTRASI. Intip deretan harga mobil bekas murah jenis hatchback Rp 50 jutaan per Oktober 2020. KONTAN/Carolus Agus Waluyo


Reporter: , | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SYDNEY. Kontrak harga minyak dunia kembali menanjak naik. Dengan demikian, lonjakan harga minyak sudah terjadi selama empat minggu belakangan. Investor bertaruh, permintaan minyak akan melonjak di tengah membaiknya pertumbuhan manufaktur AS. Pelaku pasar juga optimistis, Eropa akan berhasil menghambat penyebaran krisis utang di kawasan tersebut.

Pagi tadi, kontrak harga minyak untuk pengantaran September naik 48 sen menjadi US$ 99,61 per barel di New York Mercantile Exchange. Pada pukul 09.13 waktu Sydney, kontrak yang sama berada di level US$ 99,37 per barel. Kemarin, harga minyak naik 73 sen menjadi US$ 99,13 sebarel, yang merupakan level tertinggi sejak 14 Juni lalu. Jika dihitung, kenaikan harga minyak sudah mencapai 2,2% pada minggu ini dan 25% dalam setahun terakhir.

Sementara itu, kontrak harga minyak jenis Brent untuk pengantaran September turun 0,5% menjadi US$ 117,51 per barel di ICE Futures Europe Exchange, kemarin.

"Data dari AS menunjukkan adanya secercah harapan mengenai perekonomian. Sepertinya Eropa sudah mencapai kesepakatan mengenai Yunani. Dengan prospek perekonomian di kawasan itu, ada prediksi permintaan minyak akan kembali pulih," jelas John Kilduff, partner Again Capital LLC di New York.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×