CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.000,13   -8,57   -0.85%
  • EMAS995.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -0.30%
  • RD.CAMPURAN -0.02%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Melihat nasib emiten pariwisata di tengah pandemi corona


Minggu, 19 April 2020 / 20:57 WIB
Melihat nasib emiten pariwisata di tengah pandemi corona
ILUSTRASI. gerai ritel toko duty free PT Sona Topas Tourism Industry Tbk ; SonaTopas ;  di bali


Reporter: Kenia Intan | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pariwisata menjadi salah satu sektor yang terdampak pandemi Covid-19. PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) misalnya, dalam keterbukaan informasi menjelaskan telah menghentikan sementara operasional toko yang terletak di Terminal Internasional Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai-Bali .

"Operasional toko sementara tidak beroperasi mulai tanggal 15 April 2020 sampai menunggu informasi selanjutnya dari jadwal penerbangan internasional," kata Corporate Secretary PT Sona Topas Touris Industry Tbk Wong Budi Setiawan, Jumat (17/5).

Baca Juga: Pefindo sudah menurunkan peringkat dan outlook 11 perusahaan akibat corona

Langkah penutupan sementara diambil lantaran jumlah penerbangan yang minim akibat pandemi Covid-19. Penyesuaian operasional akan dievaluasi setiap minggu, sesuai dengan perkembangan situasi yang terjadi di dalam bandara.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Wong, penyesuaian operasional ini akan berdampak pada penurunan pendapatannya.

PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) juga memproyeksikan tahun ini menjadi periode yang berat. Berdasar catatan Kontan, PANR diprediksi akan menanggung kerugian akibat pandemi Covid-19.

"Kami terus memangkas biaya yang tidak diperlukan, merestrukturisasi hutang dan mengatur cash flow," jelas Sadewa ketika dihubungiKontan.co.id, Kamis (16/4).

Baca Juga: Panorama Sentrawisata (PANR) bukukan kerugian Rp 44 miliar pada 2019

Tidak jauh berbeda, bisnis anak usaha PANR yang juga bergerak di sektor pariwisata, PT Destinasi Tirta Nusantara TBk (PDES), juga terdampak Covid-19.

Dijelaskan kepada Kontan.co.id baru-baru ini, PDES masih menimbang-nimbang rencana ekspansinya ke Kamboja. Asal tahu saja, PDES memang memiliki rencana mengembangkan bisnisnya ke negara-negara ASEAN. Tahun lalu, PDES telah ekspansi ke Vietnam

Tidak ingin terlarut dalam kondisi yang kurang menguntungkan, selagi mencermati kemungkinan sektor pariwisata membaik, PANR kini tengah menyiapkan produk-produk domestik. Terlepas dari larangan perjalanan yang diterapkan selama pandemi, Sadewa meyakini potensi wisatawan dalam negeri untuk berwisata sebenarnya masih besar.

Baca Juga: Pefindo pangkas peringkat Panorama Sentrawisata (PANR) karena efek corona

"Dengan nanti masa recovery tiba, kami harap market domestik ini bisa mulai mencicipi lagi perjalanan-perjalanan ke destinasi yang aman dan memungkinkan untuk dituju," imbuhnya.

Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani menilai kinerja sektor pariwisata memang akan berat. Secara teknikal pun pergerakan saham PANR cenderung melemah, sementara untuk SONA dan PDES terlihat tidak likuid.

"Ketiganya kurang menarik untuk dikoleksi," jelasnya kepada Kontan. Asal tahu saja, sejak awal tahun saham PANR sudah terkoreksi 81,44%, saham PDES menurun 10,92% ytd, dan SONA terkoreksi 16,32% ytd.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×