kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Mayoritas saham LQ45 sudah naik, analis masih lihat potensi upside


Minggu, 20 Desember 2020 / 20:59 WIB
ILUSTRASI. Mayoritas saham LQ45 sudah naik, analis masih lihat potensi upside.


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga mayoritas saham anggota indeks LQ45 beranjak naik. Sepanjang Desember sampai dengan Jumat (18/12), sebanyak 36 saham mencatatkan kinerja positif. Kenaikannya berkisar antara 0,23%-58,54%.

Tiga saham dengan peningkatan tertinggi adalah  PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) 58,64%, PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) +37,79%, dan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) +31,90%. Di sisi lain, hanya ada delapan saham yang terkoreksi dengan rentang penurunan 1,66%-12,44%.

Meskipun mayoritas saham LQ45 sudah meningkat cukup tinggi, Analis Jasa Utama Capital Sekuritas Chris Apriliony menilai, banyak saham-saham LQ45 yang masih tertekan secara year to date. Menurut dia, valuasi saham LQ45 saat ini tidak dapat dikatakan mahal ataupun murah.

Ia pun melihat masih ada potensi upside pada sejumlah saham. Terlebih lagi, tren pasar saham saat ini masih cukup baik.

Baca Juga: Indeks berkapitalisasi pasar kecil & menengah lebih lincah, ini saham penggeraknya

"Justru saat ini menjadi waktu yang tepat untuk kembali masuk di saham karena tentu kita tidak mengharapkan ekonomi kembali anjlok dan saham-saham kembali turun," tutur Chris saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (20/12).

Kondisi uptrend menandakan adanya kecenderungan saham-saham tersebut masih akan menguat ke depannya.

Chris menyarankan investor untuk memilih perusahaan yang saat ini terbantu dengan kebijakan, regulasi, tren, serta prospek yang baik pada 2021.

Sebut saja saham-saham dari sektor telekomunikasi, infrastruktur, perbankan, pertambangan logam, dan properti. Investor juga perlu berinvestasi pada perusahaan yang mempunyai performa baik maupun yang akan mencatatkan penguatan kinerja.

Chris merekomendasikan buy PT Astra International Tbk (ASII), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Pasalnya, valuasi keempat saham itu masih cukup murah.

Ia memasang targat harga untuk ASII di Rp 8.000 per saham, TLKM Rp 4.000, BBNI Rp 8.000, dan BMRI Rp 9.000. Per Jumat (18/12), harga ASII berada di posisi Rp 6.200 per saham, TLKM Rp 3.510, BBNI Rp 6.650, dan BMRI Rp 6.700 per saham.

Selanjutnya: Hanya 5 dari 24 indeks BEI yang positif, ini saham-saham penggeraknya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×