kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.650.000   17.000   0,65%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

Mayoritas Mata Uang Utama Loyo, Analis Rekomendasikan NZD dan CHF untuk Diversifikasi


Kamis, 09 April 2026 / 16:17 WIB
Mayoritas Mata Uang Utama Loyo, Analis Rekomendasikan NZD dan CHF untuk Diversifikasi
ILUSTRASI. Mayoritas mata uang utama melemah terhadap dolar Amerika Serikat di tengah dinamika sentimen global dan ekspektasi kebijakan moneter.(REUTERS/Dado Ruvic)


Reporter: Alya Fathinah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mayoritas mata uang utama melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan hari ini di tengah dinamika sentimen global dan ekspektasi kebijakan moneter.

Mengutip data Trading Economics pukul 15.17 WIB, mayoritas mata uang utama terhadap dolar AS melemah.

Euro (EUR/USD) melemah 0,02% ke level 1,16 diikuti poundsterling (GBP/USD) yang turun 0,05% ke 1,33 serta dolar Australia (AUD/USD) yang terkoreksi 0,27% ke 0,70.

Baca Juga: IHSG Menguat 0,39% ke 7.307 pada Kamis (9/4/2026), DSSA, BREN, BRPT Top Gainers LQ45

Sebaliknya, dolar Selandia Baru (NZD/USD) justru menguat 0,14% ke 0,58. Di saat yang sama, dolar AS juga menguat terhadap yen Jepang (USD/JPY) 0,31% ke 159,06 dan terhadap franc Swiss (USD/CHF) 0,01% ke 0,79.

Presiden Komisaris HFX International Berjangka, Sutopo Widodo menilai dolar Selandia Baru (NZD) dan franc Swiss (CHF) menjadi mata uang yang menarik untuk dicermati saat ini.

"NZD menawarkan potensi carry trade yang menarik jika Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) benar-benar menaikkan suku bunga di bulan Juli," ujar Sutopo kepada Kontan, Kamis (9/4/2026).

Sedangkan, CHF tetap menjadi pelindung nilai yang solid, terutama saat inflasi energi di Eropa memanas.

Baca Juga: Mayoritas Mata Uang Melemah, Dolar AS Masih Perkasa di Tengah Berbagai Sentimen

Ia menambahkan, strategi yang dapat dipertimbangkan investor antara lain diversifikasi ke mata uang berbasis komoditas untuk menangkap momentum pertumbuhan sembari tetap menjaga likuiditas dalam dolar AS guna mengantisipasi risiko geopolitik, termasuk potensi kegagalan gencatan senjata di Timur Tengah.

Sutopo juga menyoroti pendekatan buy on rumor, sell on fact menjelang rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat yang menjadi acuan inflasi The Fed.

Sementara itu, Research & Development ICDX, Tiffani Safinia melihat peluang pada sejumlah mata uang non-dolar seperti euro, poundsterling, dolar Australia, dan dolar Selandia Baru.

"Strategi yang dapat dilakukan antara lain diversifikasi ke aset non-dolar, serta menanti arah kebijakan moneter global, khususnya selama ekspektasi dovish terhadap The Fed masih mendominasi pasar," kata Tiffani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×