Reporter: Yuliana Hema | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Alastair Gordon Christopher Mcleod, Direktur PT Bayan Resources Tbk (BYAN) kembali melepas saham perusahaan tambang batubara ini. Dalam aksi kali ini, Alastair mengantongi Rp 7,01 miliar.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis pada Rabu (23/9), Alastair melaporkan telah menjual 524.300 saham BYAN di harga Rp 13.373 per saham. Adapun penjualan saham itu terjadi pada 21 September 2026 hanya satu kali transaksi.
Sebelumnya, Alastair menjual 185.200 saham BYAN di harga Rp 13.352 per saham pada perdagangan 21 September 2026. Berkat transaksi ini, pria yang menjabat sebagai Chief Financial Officer ini meraup Rp 2,47 miliar.
Baca Juga: Morgan Stanley Gelontorkan Rp 10 Miliar Untuk Borong Saham GOTO
Pada perdagangan Rabu (23/9), BYAN ditutup menguat 3,80% ke level Rp 12.300 per saham. Dalam sepekan terakhir, BYAN menguat 20,59%, tetapi dalam bulan terakhir BYAN terkoreksi 21,15%.
Seperti diketahui, Low Tuck Kwong dan Elaine Low telah menandatangi perjanjian jual beli saham bersyarat pada 16 September 2026 dengan PT Jhonlin Baratama milik Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam.
Di mana, Low Tuck Kwong dan anaknya akan melepas 10 miliar saham biasa BYAN. Namun berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis pada 16 September 2026, belum ada nilai atas rencana transaksi ini.
Dalam catatan Kontan, Bloomberg melaporkan Haji Isam akan menguasai kepemilikan saham Low Tuck Kwong dan Elaine. Artinya, setelah transaksi jual beli tuntas, Jhonlin akan menjadi pengendali baru BYAN.
Low Tuck Kwong diketahui menguasai sekitar 40% saham BYAN, sedangkan Elaine memiliki sekitar 22%. Dengan demikian, total kepemilikan keluarga Low yang menjadi sasaran tawaran mencapai sekitar 62% saham.
Jika terealisasi, nilai tawaran US$ 3 miliar atau sekitar Rp 52,6 triliun tersebut mencerminkan diskon sekitar 80% dibandingkan kapitalisasi pasar BYAN yang berada di kisaran US$ 26 miliar.
Baca Juga: Rupiah Menguat Usai BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75%, Disokong Intervensi BI
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














