Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mayoritas mata uang Asia melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (13/7/2026). Won Korea Selatan dan baht Thailand menjadi mata uang dengan pelemahan harian terbesar di kawasan, sementara rupiah juga kembali tertekan.
Berdasarkan data Reuters hingga pukul 02.05 GMT, won Korea Selatan melemah 0,41% ke level 1.504,70 per dolar AS. Di posisi berikutnya, baht Thailand turun 0,36% menjadi 33,37 per dolar AS.
Rupiah juga mencatat pelemahan 0,25% ke level Rp 18.090 per dolar AS, setelah sebelumnya berada di Rp 18.045 per dolar AS.
Baca Juga: Tabel Pergerakan Mata Uang Asia Jumat (8/5/2026): Rupiah Keok, Won Terkapar
Pelemahan juga terjadi pada yen Jepang yang turun 0,21%, dolar Singapura melemah 0,15%, ringgit Malaysia terkoreksi 0,20%, peso Filipina turun 0,09%, dan yuan China melemah tipis 0,04%.
Di sisi lain, hanya dolar Taiwan yang menguat 0,16% terhadap dolar AS, sementara rupee India bergerak stabil.
Jika dihitung sejak awal 2026, rupiah menjadi mata uang Asia dengan pelemahan paling dalam terhadap dolar AS. Nilai tukar rupiah telah merosot sekitar 7,85% dari posisi akhir 2025 di Rp 16.670 per dolar AS menjadi Rp 18.090 per dolar AS.
Baht Thailand menyusul dengan pelemahan 5,75% sepanjang tahun ini, diikuti rupee India yang turun 5,72%, peso Filipina melemah 4,50%, won Korea Selatan terkoreksi 4,33%, yen Jepang turun 3,32%, dan dolar Taiwan melemah 2,14%.
Baca Juga: Rupiah Terendah Sepanjang Sejarah, Mata Uang Asia Terkapar
Sementara itu, yuan China justru menjadi mata uang dengan kinerja terbaik di kawasan. Mata uang Negeri Tirai Bambu tersebut menguat sekitar 3,07% sejak awal tahun terhadap dolar AS, sedangkan ringgit Malaysia hanya melemah tipis 0,47% dan dolar Singapura turun 0,61%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














