kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

Mata uang Asia keok berjamaah


Rabu, 20 Oktober 2010 / 11:45 WIB
ILUSTRASI. Suasana Blok III Pasar Senen


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SHANGHAI. Dampak kenaikan suku bunga China untuk pertama kalinya sejak 2007 sangat luas. Aksi pemerintah China itu dicemaskan akan membuat outlook pasar ekspor kawasan regional seperti Korea Selatan, Taiwan, dan Thailand semakin buram. Alhasil, mata uang kawasan Asia pun keok.

"Ini merupakan reaksi atas kecemasan akibat pengetatan kebijakan China yang akan memperlambat pertumbuhan ekonomi Negeri Panda itu sehingga menekan mata uang Asia," papar Brian Jackson, emerging market strategist Royal Bank of Canada di Hongkong.

Asal tahu saja, pada pukul 10.35 waktu Shanghai, yuan melemah 0,2% menjadi 6,6580 per dolar. Pelemahan juga dialami ringgit sebesar 0,5% menjadi 3,1260, dolar Singapura keok 0,4% menjadi S$ 1,3094, dan baht Thailand keok 0,3% menjadi 29,98.

Selain itu, mata uang lain yang juga melemah adalah won Korea Selatan sebesar 0,2% menjadi 1.132,68 dan dolar Taiwan melemah 0,1% menjadi NT$ 30,933.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×