kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Masih rugi akumulatif, Garuda segera kuasi reorganisasi


Kamis, 31 Maret 2011 / 13:37 WIB
ILUSTRASI. Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono (kiri) didampingi Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (kanan) melihat maket rancangan pembangunan tol layang AP Pettarani saat peletakan batu pertama (Groundbreaking) di Makassar, Sulawesi Selatan


Reporter: Astri Kharina Bangun |

JAKARTA. Para pemegang saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) masih harus bersabar untuk memperoleh dividen dari laba bersih maskapai plat merah tersebut. Pasalnya, GIAA masih memiliki kerugian akumulatif sebesar Rp 6,8 triliun. Untuk mengurangi hal tersebut, perseroan berencana melakukan kuasi reorganisasi.

"Harus tahun ini, kalau menunggu tahun depan berbenturan dengan aturan Bapepam," ujar Direktur Keuangan GIAA Elisa Lumbantoruan, Kamis, (31/3).

Namun, Elisa mengatakan sejauh ini Garuda belum melakukan analisis apapun terkait rencana tersebut. Salah satu alasannya, karena perseroan belum menyelesaikan audit atas perolehan dana penawaran saham perdana (IPO).

"Yang jelas kalau kita bisa melakukan kuasi reorganisasi tahun ini, tahun depan Garuda sudah bisa bagikan dividen dari laba bersih tahun 2011," papar Elisa.

Jika analisis sudah mulai dilakukan, perseroan bakal meminta persetujuan pemegang saham untuk melakukan kuasi reorganisasi pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tahun ini.

Sementara, jika GIAA tak melakukan kuasi reorganisasi, kemungkinan dividen baru dapat dibagikan pada 2014.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×