kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Masih dibayangi rupiah, IHSG diprediksi lanjut melemah awal pekan depan


Jumat, 05 Oktober 2018 / 17:44 WIB
ILUSTRASI. Pembukaan perdagangan BEI, Kamis (4/10).


Reporter: Krisantus de Rosari Binsasi | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup memerah ke level 5.731 atau turun 0,43% pada perdagangan akhir pekan ini (5/10).
Analis Phitraco Sekuritas Rendy Wijaya memprediksikan, IHSG akan kembali melemah pada awal pekan depan.

Rendy mengatakan, pekan deepan IHSG diperkirakan masih tertekan dan dibayangi oleh fluktuasi nilai tukar rupiah. "Selain itu, rilis data cadangan devisa pada Jumat pekan ini akan mempengaruhi pergerakan IHSG di pekan depan," ungkapnya, Jumat (5/10).

Ia meramalkan IHSG akan bergerak di rentang support di level 5.650 dan resistance di level 5.875 pada Senin pekan depan.

Rendy melanjutkan, pada Senin nanti akan ada rilis data penjualan ritel Indonesia Agustus 2018 yang akan menjadi indikator kondisi tingkat konsumsi dan daya beli masyarakat.

Rendy menambahkan, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) per September 2018 yang dirilis Kamis (4/10), naik menjadi 122,4 dari 121,6 di bulan sebelumnya.

"Diperkirakan tingkat konsumsi masyarakat dapat menjadi penopang fundamental ekonomi domestik di tengah tekanan sentimen global," ujarnya.

Maka, ia menyarankan agar investor boleh mencermati saham emiten sektor barang konsumsi seperti UNVR dan MYOR. "Cermati juga emiten sektor industri perdagangan seperti RALS, MAPI, dan ACES pada perdagangan pekan depan," tambah Rendy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×