kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Masalah Eropa membuat euro sulit mengungguli yen


Selasa, 21 Februari 2017 / 21:08 WIB


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Di tengah masalah yang membelit Eropa, pergerakan euro sulit mengungguli yen. Apalagi mata uang yen terus diuntungkan oleh permintaan safe haven.

Mengutip Bloomberg, Rabu (21/2) pukul 19.43 WIB, pasangan EUR/JPY melemah 0,22% ke level 119,77 dibanding sehari sebelumnya.

Analis PT Central Capital Futures, Wahyu Tribowo Laksono menjelaskan, EUR/JPY memang rentan melemah. Sebab, berbagai permasalahan di Eropa masih membebani euro, mulai dari hutang Yunani hingga kondisi politik di Perancis dan Belanda menjelang pemilihan presiden. "Rilis data ekonomi Eropa bukan isu utama yang menjadi perhatian pasar," ungkapnya.

Sementara pergerakan JPY terus diuntungkan oleh perannya sebagai mata uang aman. Pelaku pasar beralih ke safe haven di tengah ketidakpastian kebijakan ekonomi Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Padahal, kebijakan ekonomi Jepang sebenarnya belum berubah yakni cenderung dovish. Gubernur Bank Sentral Jepang (BOJ), Haruhiko Kuroda belum lama ini berpidato di hadapan perlemen.

Kuroda berpandangan jika inflasi masih jauh dari target. "BOJ belum berani keluar dari stimulus ekonomi dan suku bunga rendah," lanjut Wahyu.

Baik dalam jangka menengah maupun jangka panjang, Wahyu berpandangan euro masih kalah jika dibandingkan dengan JPY. Pelemahan EUR/JPY pun dapat berlanjut hingga Rabu (22/2). Laju yen minim sentimen hingga akhir pekan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×