kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Marak influencer saham, BEI: Hati-hati dengan potensi tuntutan hukum


Selasa, 05 Januari 2021 / 17:54 WIB
Marak influencer saham, BEI: Hati-hati dengan potensi tuntutan hukum
ILUSTRASI. Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Bursa Efek Indonesia 2018-2021, Laksono W. Widodo. Pho KONTAN/Intan Nirmala Sari


Reporter: Dityasa H. Forddanta | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Semakin banyak tokoh publik yang menjadi influencer saham, dengan caranya masing-masing. Yang terbaru, ada musisi kondang Ari Lasso yang sempat menyebut saham MCAS miliknya melesat puluhan persen hanya dalam hitungan minggu.

Laksono Widodo, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI menyebut, bursa sejatinya menyambut positif tokoh publik yang menjadi influencer saham.

Namun, pihak bursa juga mengingatkan mereka akan tanggung jawab moral terhadap para follower

"Kami juga mengingatkan potensi tuntutan hukum dari para follower apabila ada yang merasa dikecewakan," terang Laksono, Selasa (5/1).

Baca Juga: Ikut pamer saham, Raffi Ahmad: Ada saham menarik guys, namanya MCAS

Oleh sebab itu, BEI akan mengajak influencer untuk berdiskusi terkait hal tersebut. Pihak bursa juga akan membuka pintu selebar-lebarnya bagi para tokoh public figur untuk mengikuti sekolah pasar modal, terutama bagi yang belum pernah mengikuti program ini.

Laksono menambahkan, BEI juga akan meminta klarifikasi emiten yang sahamnya disebut oleh influencer. 

"Kami telah mengirimkan permintaan penjelasan kepada emiten terkait," tandasnya.

Selanjutnya: IHSG rally, asing paling banyak memborong saham-saham ini di awal pekan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×