kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Manulife: Penabung Indonesia akan terus bertambah


Selasa, 13 November 2012 / 21:59 WIB
ILUSTRASI. Sri Mulyani memberi penjelasan soal lonjakan anggaran kesehatan dalam RAPBN 2022


Reporter: Dyah Ayu Kusumaningtyas | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Indonesia merupakan negara Asia yang memiliki kondisi demografis yang menguntungkan. Kalau di negara-negara Asia lainnya mereka mengalami kekhawatiran akan terjadinya penuaan penduduk, komposisi penduduk Indonesia masih terus bertumbuh. Menurut data dari World Bank age dependency ratio Indonesia (penduduk di atas 65 tahun yang bergantung kepada penduduk usia produktif hanya) 8%.

Itulah sebabnya Manulife Asset Management berani memprediksi populasi usia produktif (usia 15-64 tahun) di Indonesia sampai tahun 2050 mendatang akan bertahan di atas 60% dari total populasi.

Ekonom Manulife Asset Management Oscar Gonzalez, menuturkan bahwa hal tersebut akan menjadi indikasi pertumbuhan jumlah penabung yang akan terus meningkat. Nah, Manulife berharap para penabung ini lebih diberdayakan untuk menanggung sebagian dari tanggung jawab menciptakan kesiapan hari tua.

Sementara Putut E. Andanawarih, Director Investment Specialist Manulife Asset Management menyarankan investasi jangka panjang  yang baik, mulailah dari akumulasi return untuk produk jangka panjang. "Untuk investasi usia tua nanti, sebaiknya lebih dari 50% diperuntukkan untuk investasi jangka panjang, baik itu saham ataupun reksadana saham," jelas Putut.

Oleh karena itu, Manulife Asset Management Indonesia (MAMI) saat ini menyajikan banyak produk untuk investasi jangka panjang, dalam rangka mewadahi pemenuhan kebutuhan nasabah atas aset yang bisa dinikmati dan memberikan return yang baik untuk periode jangka panjang.

Sampai akhir tahun Putut optimistis Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) bisa naik sampai level 4.500 dan tahun 2013, IHSG berpotensi naik 10%-15% lagi. "Jika ingin berinvestasi jangka panjang jangan melihat harga sekarang, tapi prospek harga di beberapa tahun yang akan datang," imbuh Putut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×