kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

MANG Garap 3 Proyek di Tahun 2024, Total Nilai Kontrak Rp 66 Miliar


Kamis, 11 Januari 2024 / 14:33 WIB
MANG Garap 3 Proyek di Tahun 2024, Total Nilai Kontrak Rp 66 Miliar
ILUSTRASI. PT Manggung Polahraya Tbk (MANG) tengah menggarap tiga proyek di tahun 2024.


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Manggung Polahraya Tbk (MANG) tengah menggarap tiga proyek di tahun 2024.

Direktur Utama MANG Ni Ketut Mariani mengatakan, pihaknya sedang menangani tiga proyek yang sedang berjalan dengan total nilai kontrak mencapai Rp 66 miliar.

Ketiga proyek itu adalah pembangunan Perumahan Green Kemiliang di Lampung, pembangunan Lapangan Tenis Padel Court tahap 1 di Kemang, Jakarta, dan subkontraktor proyek preservasi jalan dan jembatan ruas Jalan Tegineneng di SP Tanjung Karang KM 10.

Menurut Ni Ketut Mariani, proyek MANG berasal dari pemerintah dan swasta. Komposisinya sekitar 50:50 antara pemerintah dan swasta.

“Selain itu, dengan swasta kami akan menandatangani kontrak untuk pembangunan hotel di Yogyakarta,” ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (11/1).

Baca Juga: Manggung Polahraya (MANG) Targetkan Laba Hingga Rp 20 Miliar di Tahun 2024

MANG saat ini memiliki satu pabrik aspal dan beton di Lampung. Rencananya, MANG ingin membangun pabrik kedua di wilayah lain. Namun, tidak di tahun ini.

“Kapasitas produksi pabrik kami sekitar 100 ton per hari untuk aspal dan 100 ton per hari untuk ready mix beton,” tuturnya.

Selain itu, MANG juga mengincar sejumlah proyek di IKN. Namun, prosesnya masih dalam ikut serta tender.

“Kami tengah mengikuti proses sesuai dengan prosedur. Potensi kontribusinya sangat besar di IKN, tapi kami tetap ingin melihat seperti apa ke depannya,” paparnya.

Hingga akhir 2023, MANG telah melaksanakan sejumlah proyek di beberapa daerah di Tanah Air. Di antaranya rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan Gedung BPKP Perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah di Palu, proyek pembangunan laboratorium Teknik 5.1 Institut Teknologi Sumatera di Lampung, dan proyek renovasi Menara Siger Bakauheuni Lampung.

Lalu, proyek pembuatan resevoir tank Bandara Kualanamu di Medan, pengadaan asphalt hotmix di Palembang, proyek renovasi Menara Siger Bakauheuni Lampung, proyek ruang tunggu pelabuhan di Lampung, dan proyek pembangunan area parkir Krakatau Park di Lampung.

Kamis (11/1), MANG resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan menjadi perusahaan tercatat ke-7 di BEI pada tahun 2024.

Pada penawaran umum, berdasarkan fixed allotment atau penjatahan pasti, saham MANG mengalami total kelebihan permintaan atau oversubscribed hanya 1 kali.

Jumlah saham yang dilepas lewat IPO ini setara 20% dari modal disetor dan ditempatkan penuh setelah IPO. Dengan begitu, MANG berhasil mengantongi dana segar Rp 76,25 miliar. 

Seluruh dana yang diperoleh Manggung Polahraya dari hasil penawaran umum perdana saham, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, seluruhnya atau 100% akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja.

Modal kerja yang dimaksud di antaranya adalah biaya pokok yang dibutuhkan Manggung Polahraya untuk proses dari konstruksi gedung dan bangunan, pembangunan infrastruktur jalan, produksi aspal hot mix dan produksi beton ready mix, serta gaji dan tunjangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×