kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45718,11   8,75   1.23%
  • EMAS913.000 0,55%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN -0.19%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.21%

Manajer investasi tidak khawatir dengan aksi net redemption di awal tahun


Selasa, 18 Februari 2020 / 21:00 WIB
Manajer investasi tidak khawatir dengan aksi net redemption di awal tahun
ILUSTRASI. OJK yang menyebutkan aksi net redemption Rp 8,82 triliun sejak awal tahun hingga 12 Februari.

Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah rilis data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menyebutkan aksi net redemption Rp 8,82 triliun sejak awal tahun hingga 12 Februari kemarin, beberapa manajer investasi mengaku tidak terlalu khawatir dengan keadaan tersebut. Salah satu aksi net redemption terjadi pada reksadana berbasis saham.

Head of Business Development Division Henan Putihrai Asset Management Reza Fahmi mengungkapkan, aksi net redemption juga terjadi di HPAM. Namun aksi tersebut dinilai tidak terlalu signifikan dan tidak berpengaruh. “Kami melihat aksi net redemption ini masih wajar, namun jika dibuat berlarut-larut maka akan menyebabkan kondisi yang sangat tidak menguntungkan bagi semua pihak,” jelas Reza kepada Kontan.co.id, Selasa (18/2).

Selain itu Reza juga menyebut, pencairan reksadana yang terjadi juga disebabkan oleh shifting behaviour investor ke instrumen safe haven, seperti obligasi. Reza juga menjelaskan maraknya pemberitaan negatif terkait dunia investasi telah membuat investor menarik dana dan memutuskan untuk wait and see.

Baca Juga: Dana kelolaan reksadana diprediksi masih naik hingga Rp 570 triliun

Setali tiga uang, Direktur PT Panin Asset Management Rudiyanto mengatakan, pihaknya tidak merasakan dampak dari aksi tersebut. Bahkan ia mengaku Panin justru berhasil net subscribe hingga Rp 50 miliar sejak awal tahun hingga 17 Februari.

“Memang kenyataannya kinerja IHSG agak turun dalam sehingga investor yang mungkin belum siap dengan risikonya mempertimbangkan ulang jenis reksadana. Mungkin beralih lebih konservatif dan menyasar reksadana pendapatan tetap,” terang Rudiyanto.

Asal tahu saja, merujuk data Infovesta Utama, kinerja reksadana saham pada Januari 2020, tergambar dari Infovesta 90 Equity Fund Index, tercatat minus 7,12%. Sementara reksadana pendapatan tetap pada Januari 2020 tergambar dari Infovesta 90 Fixed Income Fund Index, tercatat naik 1,74%.

Baca Juga: Valuasi saham makin murah, saatnya masuk reksadana saham?

Aksi net redemption tidak hanya terjadi di reksadana saham, tapi juga reksadana terproteksi yang jatuh tempo. Rudiyanto melihat, hal ini karena di awal tahun cenderung belum ada penerbitan obligasi baru yang menjadi aset dasar reksadana terproteksi.

“Oleh karena itu lebih banyak yang jatuh tempo dan belum ada penggantinya. Memang di awal tahun seperti Januari, jadwal emiten untuk menerbitkan obligasi relatif jarang, biasanya baru aktif di bulan berikutnya,” pungkas Rudiyanto.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×