kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Makin sore, harga emas makin mengilap


Kamis, 26 Desember 2019 / 15:55 WIB
ILUSTRASI. Emas batangan dan koin emas. Makin sore, harga emas pada Kamis (26/12) makin mengilap. REUTERS/Michael Dalder


Reporter: Herlina KD, Tendi Mahadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas makin mengilap pada sore hari ini. Pada Kamis (26/12) pukul 15.47 WIB, harga emas di pasar spot 0,31% ke level US$ 1.504,49 per ons troi.

Sementara harga emas di Commodity Exchange berada pada level US$ 1.508,90 per ons troi untuk pengiriman Februari 2020.

Artinya harga emas Comex sudah menguat 0,27% dari Selasa (24/12) yang ada di US$ 1.504,80 per ons troi.

Baca Juga: Saham AS anjlok, emas justru menanjak

Harga emas terkerek karena pasar masih melihat data-data ekonomi Amerika Serikat (AS) belum menunjukkan perbaikan.

"Kami belum melihat rilis data AS yang baik dari sisi investasi bisnis. Kami sepenuhnya bergantung pada pengeluaran konsumen. Tetapi ketika belanja konsumen mulai berkurang, maka ekonomi benar-benar mulai melambat lebih nyata," kata Edward Meir, analis di ED&F Man Capital Markets seperti dikutip Reuters.

Data ekonomi AS dinantikan sebagai isyarat arah kebijakan moneter bank sentral ke depan. Harga emas sensitif terhadap kenaikan suku bunga.

Baca Juga: Sempat terkoreksi, harga emas kembali menanjak

Sementara itu, optimisme pada perundingan dagang AS-China mengangkat pasar saham ke level rekor. Namun, "Pasar saham menjadi sangat jenuh beli. Jika ada koreksi di saham, emas bisa mendapat keuntungan," imbuh Meir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×