kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Low Tuck Kwong Makin Kaya, Saham BYAN Capai All Time High Lagi


Senin, 26 Desember 2022 / 13:22 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas pengapalan perusahaan pertambangan batubara PT Bayan Resources Tbk (BYAN).


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) terus melesat. Di sesi I perdagangan Senin (26/12), harga saham emiten batubara ini mencapai Rp 19.475 per saham. Harga saham BYAN bahkan sempat mencapai Rp 19.800 per saham, yang merupakan rekor harga tertinggi sepanjang masa.

Kenaikan harga saham BYAN ini membuat kekayaan Low Tuck Kwong ikut melesat. Asal tahu saja, berdasarkan data Forbes Real Time Billionaires, Low Tuck Kwong kini sudah berstatus sebagai orang terkaya di Indonesia, mengalahkan kekayaan duo Djarum R. Budi Hartono dan Michael Hartono.

Menurut data Forbes, per Jumat (23/12) pekan lalu, kekayaan Low Tuck Kwong melesat US$ 1,2 miliar menjadi US$ 26,4 miliar. Ini terjadi seiring kenaikan harga saham BYAN. Sementara kekayaan Budi Hartono mencapai US$ 22,3 miliar dan kekayaan Michael Hartono sebesar US$ 21,4 miliar.

Kekayaan Low berpotensi terus naik. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Low melaporkan kembali membeli 387.900 saham BYAN pada periode transaksi 19 Desember - 23 Desember 2022. Harga pembelian sebesar Rp 16.983,76 per saham.

Status kepemilikan secara langsung dengan tujuan sebagai investasi. Dengan transaksi tersebut, saham Low di BYAN bertambah dari 20.312.387.470 saham menjadi 20.312.775.370 saham atau setara dengan 60,94%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×