kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.911   41,00   0,23%
  • IDX 5.672   -148,76   -2,56%
  • KOMPAS100 733   -19,19   -2,55%
  • LQ45 559   -13,70   -2,39%
  • ISSI 197   -4,60   -2,28%
  • IDX30 318   -7,29   -2,24%
  • IDXHIDIV20 392   -8,84   -2,21%
  • IDX80 83   -2,19   -2,56%
  • IDXV30 107   -1,62   -1,50%
  • IDXQ30 102   -2,38   -2,27%

Loonie mengaku kalah terhadap dollar AS


Kamis, 02 Juli 2015 / 19:40 WIB


Reporter: Maggie Quesada Sukiwan | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Rilisnya data neraca perdagangan Australia yang kurang menggembirakan turut melemahkan Loonie. Apalagi di saat yang sama, Amerika Serikat (AS) merilis data perekonomian yang mengkilap.

Mengacu Bloomberg, Kamis (2/7) pukul 14.30 WIB, pasangan AUD/USD terkoreksi 0,31% ke level 0,7621. Alwi Assegaf, Analis PT SoeGee Futures menjelaskan, secara keseluruhan pasangan AUD/USD masih bearish (turun). Pelemahan dollar Australia masih disebabkan oleh dua faktor.

Pertama, rilisnya data neraca perdagangan Australia pada Kamis (2/7) yakni Trade Balance per Mei 2015 yang tercatat minus 2,75 triliun. Meskipun lebih baik ketimbang bulan sebelumnya yang bertengger di angka minus 4,14 triliun, angka tersebut lebih buruk ketimbang ekspektasi para analis yang dipatok minus 2,21 triliun.

Di sisi lain, Amerika Serikat (AS) juga merilis data-data perekonomian yang kinclong. Lihat saja data manufaktur AS yakni ISM Manufacturing PMI per Juni 2015 yang mencapai 53,5. Selain melebihi ekspektasi para analis, angka tersebut juga lebih tinggi ketimbang posisi bulan sebelumnya di level 52,8.

Begitu pula dengan data ADP Non-Farm Employment Change per Juni 2015 yang tercatat 237.000, melonjak ketimbang posisi bulan sebelumnya yang mencapai 203.000. “Data AS yang bagus ini kemudian membuat mata uang dollar AS menguat terhadap hampir seluruh mata uang dunia, termasuk dollar Australia,” tuturnya.

Sebab, data-data perekonomian yang menggembirakan turut memperkuat spekulasi kenaikan suku bunga acuan AS pada September 2015 dan Desember 2015 mendatang. Pengetatan kebijakan moneter AS tersebut juga lebih unggul ketimbang Australia yang memberlakukan kebijakan moneter suku bunga rendah.

Alwi memprediksi, Jumat (3/7), pasangan AUD/USD berpotensi rebound dengan disertai aksi profit taking. Sebab, secara teknikal harga sudah mendekati area oversold. Tetapi, penguatan AUD/USD belum mampu mengubah tren secara keseluruhan yang masih bearish (turun).

Selain itu, Kamis (2/7) malam, Negeri Paman Sam akan merilis data Non Farm Employment Change per Juni 2015. Para analis memprediksi data tersebut akan mencapai 231.000, lebih rendah ketimbang pencapaian bulan sebelumnya yang tercatat 280.000. Jika prediksi tersebut benar, maka dollar Australia bisa mencuri kesempatan untuk menguat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×