kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Logindo target, 70% saham perdana diserap asing


Senin, 02 Desember 2013 / 16:46 WIB
ILUSTRASI. Penyakit yang Ditandai Dengan Kesemutan


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Dalam menggelar perhelatan initial public offering (IPO), PT Logindo Samudramakmur menunjuk PT UOB Kay Hian Securites dan PT RHB OSK Securities Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efeknya.

Jika melihat kedua sekuritas itu, maka bisa dipastikan, jika saham perdana Logindo tidak hanya dilego kepada investor pribumi, tapi juga ditawarkan ke pihak asing.

Namun, Shiantaraga, Direktur RHB OSK merahasiakan rincian pihak-pihak yang membeli saham perdana Logindo. "Tapi yang jelas, 70% -nya diserap institusi besar asal Singapura," imbuhnya, (2/12).

Sementara, sisanya, atau sekitar 30% diserap institusi lokal yang datang dari segmen institusi. Shiantaraga mengaku, selama road show, pihaknya tidak begitu agresif mengejar investor ritel sebagai pembeli saham perdana Logindo.

Pasalnya, hanya sekelas level institusi saja yang benar-benar mengerti seluk beluk sektor pengapalan (shipping). Sementara ritel, bukan berarti tidak mengerti tapi secara umum investor ritel memang kurang memahami sektor shipping.

"Kami memang tidak mengharapkan ritel yang beli. Yang beli saham ini nama-nama bagus semua," pungkas Shiantaraga.

Tambahan saja. Logindo melepas 19,28 juta saham dengan harga perdana Rp 2.800 per saham. Manajemen bakal memperoleh duit segar sekitar Rp 541 miliar melalui perhelatan ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×