kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Lima saham merah, ini 10 saham LQ45 dengan PER terkecil (22 Juli 2019)


Selasa, 23 Juli 2019 / 07:30 WIB
Lima saham merah, ini 10 saham LQ45 dengan PER terkecil (22 Juli 2019)

Reporter: Hasbi Maulana | Editor: Hasbi Maulana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun pada perdagangan Senin (22/7). Ketika Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakhiri hari perdagangan, IHSG turun 22,99 poin (-0,36%) lalu mendarat di angka indeks 6.433,55.

LQ45, indeks saham dengan konstituen saham-saham berkapitalisasi pasar terbesar dan terlikuid, turun 3,11 poin (-0,30%) ke 1.030,33.

Indeks Kompas100 yang beranggotakan seratus saham dengan likuiditas dan kapitalisasi pasar terbesar juga memerah. Indeks terbitan Kompas ini turun 4,48 poin (-0,34%), lalu hinggap di 1.310,43.

Tonton Video: Masih ada ruang untuk IHSG ke 6.700 - 6.800

Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), Adaro Energy Tbk (ADRO), dan Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) berada di posisi tiga pertama daftar saham LQ45 dengan PER positif terkecil secara berurutan; masing-masing 4,07 kali, 6,06 kali, dan 7,19 kali.

Posisi selanjutnya diisi oleh UNTRITMGELSABBTNWSBPMEDC dan MNCN

Sejalan dengan penurunan IHSG, lima dari 10 saham LQ45 dengan PER terendah turun dibanding penutupan sebelumnya. Saham-saham bernasib nahas itu adalah ADRO, PTBA, United Tractor Tbk (UNTR), Indo Tambangraya MegahTbk (ITMG), dan Waskita Beton Precast Tbk (WSBP)

Adapun lima saham lain yang masih beruntung naik harga adalah SRIL, Elnusa Tbk (ELSA), Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), Medco Energy (MEDC), dan Media Nusantara Citra Tbk (MNCN).

Baca Juga: IHSG sudah tak merasakan efek penurunan suku bunga

 

10 Saham LQ45 dengan PER Terendah
Kode Harga (19/7) Harga (22/7) PBV PER
SRIL 352 354 0,89 4,07
ADRO 1.295 1.285 0,65 6,06
PTBA 2.880 2.840 1,86 7,19
UNTR 27.275 26.600 1,66 8,12
ITMG 17.150 16.850 1,57 8,41
ELSA 366 372 0,8 8,86
BBTN 2.430 2.440 1,05 8,94
WSBP 416 406 1,31 9,23
MEDC 825 845 0,75 9,39
MNCN 1.435 1.450 1,88 9,48

Sumber: RTI

Secara umum ada anggapan bahwa semakin kecil angka PER maka semakin murah pula harga saham tersebut dibanding saham-saham lain dalam sektor usaha yang sama. Price earning ratio (PER) adalah perbandingan antara harga saham dengan laba bersih per saham. Penurunan harga saham di bursa secara otomatis akan menurunkan pula nilai PER kalau pada saat yang sama tidak terjadi perubahan laba bersih per saham.

Data seperti ini bisa Anda akses langsung melalui Pusat Data KONTAN - Market.

Baca Juga: Baca Juga: IHSG Negatif, Ini 10 Saham LQ45 dengan PER Terendah & Tertinggi (22/7)




TERBARU

Close [X]
×