kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Lima saham ini menekan IHSG sejak awal tahun, simak rekomendasi analis


Minggu, 24 November 2019 / 17:06 WIB
ILUSTRASI. Pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia. 


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Noverius Laoli

Market share ASII pada Oktober 2019 juga hanya 53%, turun bila dibandingkan September 2019 yang mencapai 56%.

"Memang beberapa kali local auto sales mengalami pertumbuhan, tetapi market share ASII terbagi dengan beberapa kompetitor lain, ini yang membuat ASII tertekan," jelas Nico.

Baca Juga: Simak rekomendasi saham Profindo Sekuritas untuk perdagangan hari ini

Sedangkan untuk BDMN, Nico melihat penurunan ini karena adanya proses transisi akuisisi oleh MUFG Bank dari Jepang pada Agustus lalu.

Dalam 12 bulan ke depan, Nico melihat beberapa saham masih berpotensi mengalami kenaikan. ASII berpotensi mengalami kenaikan dengan target harga RP 7.700, begitu juga dengan GGRM dengan target harga Rp 63.150.

Baca Juga: Mata uang emerging mendekati level termurah dalam dua dekade, rupiah paling menarik

Sementara HMSP masih berpotensi turun dengan target harga Rp 2.350, UNVR berpotensi turun dengan target harga Rp 46.450, dan BDMN secara teknikal masih mengalami penurunan

"Namun mulai masuk area oversold, sehingga ada potensi kenaikan BDMN dalam waktu dekat dengan target harga Rp 5.500," jelas Nico.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×