kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.830.000   -50.000   -1,74%
  • USD/IDR 17.195   32,00   0,19%
  • IDX 7.571   11,75   0,16%
  • KOMPAS100 1.040   0,25   0,02%
  • LQ45 742   -1,62   -0,22%
  • ISSI 274   0,90   0,33%
  • IDX30 403   1,89   0,47%
  • IDXHIDIV20 490   3,31   0,68%
  • IDX80 116   -0,02   -0,01%
  • IDXV30 140   1,55   1,12%
  • IDXQ30 129   0,59   0,46%

Lima saham di LQ45 ini penurunannya paling tipis, apa rekomendasi analis?


Selasa, 31 Maret 2020 / 15:22 WIB
ILUSTRASI. Pekerja melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (26/3/2020). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memutuskan untuk mempersingkat jam perdagangan di Bursa Efek dan Sistem Penyelenggara Pasar Alternar


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Noverius Laoli

Namun dia menilai secara bisnis INDF, ICBP dan TLKM cukup memiliki fundamental yang kuat.

Hal ini juga bisa dilihat dari kondisi aksi jual asing yang turut menekan harga. Asing paling banyak melepas saham BBCA dan paling sedikit melepas saham INDF.

Berdasarkan data RTI, asing melepas BBCA di semua pasar sekitar Rp 4,04 triliun dan INDF Rp 108,64 miliar.

Baca Juga: Penjualan meningkat, Sri Rejeki (SRIL) bukukan pendapatan US$ 1,18 miliar pada 2019

"BBCA merupakan perusahaan dengan kapitalisasi paling besar sehingga wajar jika dana asingnya paling banyak di BBCA. Sehingga jika dilepaspun akan terlihat banyak. Di tambah, sektor perbankan tentu akan lebih tinggi risiko gagal bayar," jelas Chris.

Dia merekomendasikan beli untuk saham ICBP dan TLKM. Adapun target harga dalam satu tahun ini masing-masing Rp 9.000 dan Rp 3.500

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×