kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.944   -29,00   -0,16%
  • IDX 5.999   115,16   1,96%
  • KOMPAS100 778   14,20   1,86%
  • LQ45 588   9,58   1,66%
  • ISSI 208   4,74   2,33%
  • IDX30 333   5,83   1,78%
  • IDXHIDIV20 409   6,49   1,62%
  • IDX80 88   1,57   1,82%
  • IDXV30 111   2,39   2,20%
  • IDXQ30 107   1,91   1,82%

Lima saham di LQ45 ini penurunannya paling tipis, apa rekomendasi analis?


Selasa, 31 Maret 2020 / 15:22 WIB
ILUSTRASI. Pekerja melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (26/3/2020). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memutuskan untuk mempersingkat jam perdagangan di Bursa Efek dan Sistem Penyelenggara Pasar Alternar


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Noverius Laoli

Namun dia menilai secara bisnis INDF, ICBP dan TLKM cukup memiliki fundamental yang kuat.

Hal ini juga bisa dilihat dari kondisi aksi jual asing yang turut menekan harga. Asing paling banyak melepas saham BBCA dan paling sedikit melepas saham INDF.

Berdasarkan data RTI, asing melepas BBCA di semua pasar sekitar Rp 4,04 triliun dan INDF Rp 108,64 miliar.

Baca Juga: Penjualan meningkat, Sri Rejeki (SRIL) bukukan pendapatan US$ 1,18 miliar pada 2019

"BBCA merupakan perusahaan dengan kapitalisasi paling besar sehingga wajar jika dana asingnya paling banyak di BBCA. Sehingga jika dilepaspun akan terlihat banyak. Di tambah, sektor perbankan tentu akan lebih tinggi risiko gagal bayar," jelas Chris.

Dia merekomendasikan beli untuk saham ICBP dan TLKM. Adapun target harga dalam satu tahun ini masing-masing Rp 9.000 dan Rp 3.500

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×