kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Liabilitas Radiant Utama (RUIS) naik lebih dari 30% seiring perolehan kontrak baru


Senin, 04 November 2019 / 18:13 WIB
Liabilitas Radiant Utama (RUIS) naik lebih dari 30% seiring perolehan kontrak baru
ILUSTRASI. Pekerja di Perusahaan Migas PT Radiant Utama Interinsco Tbk

Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Yoyok

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) mampu mencatatkan kinerja positif hingga akhir September 2019. Emiten yang bergerak di jasa penunjang minyak dan gas ini juga perolehan kontrak baru melebih target. Namun, seiring dapat kontrak baru, liabilitas perusahaan ini tumbuh lebih dari 30%.

Kontrak baru yang didapat RUIS hingga akhir September 2019 ini senilai Rp 3,98 triliun melebihi dari target kontrak baru yang pernah dicanangkan sebelumnya sebesar Rp 3,7 triliun.

Melansir laporan Kontan sebelumnya, rincian kontrak baru tersebut 60% dari segmen bisnis jasa pendukung operasi (operating support), kemudian 30% segmen bisnis jasa agensi dan kegiatan lepas pantai (offshore support), dan 10% dari jasa inspeksi (inspection).

Baca Juga: Kontrak Melebihi Target, Pendapatan RUIS Naik 23%

Direktur Utama dan Operasional Radiant Utama Interinsco Sofwan Farisyi menjelaskan hingga saat ini Radiant belum mengoreksi target hingga akhir tahun. “Sebab perusahaan menargetkan perolehan kontrak baru maksimal Rp 4,1 triliun,” jelasnya kepada Kontan.co.id, Senin (4/11).

Kendati demikian seiring bertambahnya nilai kontrak terutama segmen Jasa Penunjang Operasi dan Jasa Kegiatan Lepas Pantai total aset dan liabilitas Radiant tumbuh lebih dari 20% jika dibandingkan Desember 2018.

Total liabilitas RUIS hingga akhir September 2019 tumbuh 33% menjadi Rp 777,49 miliar dari sebelumnya Rp 584,41 miliar di Desember 2018. Adapun total aset Radiant juga naik hingga 21% dari sebelumnya Rp 990,37 miliar di Desember 2018 menjadi Rp 1,2 triliun di akhir September 2019.

Baca Juga: Radiant Utama Interinsco (RUIS) raih kontrak baru Rp 3,98 triliun hingga September

Sofwan bilang hingga akhir tahun, pendapatan Radiant Utama diproyeksikan bakal tumbuh 20%-30% dibanding 2018. Sofwan bilang, kemungkinan pendapatan mampu menyentuh di level Rp 1,6 triliun.

Sofwan optimistis bakal mencapai target tersebut karena perolehan kontrak baru serta optimalisasi alat-alat yang terpakai. Selain itu, Radiant Utama juga memasuki bisnis energi baru dan terbarukan (EBT).

Di sisa dua bulan tahun ini, Sofwan menjelaskan perusahaan sedang mengulas kembali proyek portofolio yang telah dimiliki untuk memastikan proyek tersebut lebih fokus pada peningkatan bottom line result.

Baca Juga: Setiap tahun lapangan pekerjaan terus berkurang, ini saran ekonom

Oleh karenanya, jika pada dua bulan terakhir ada kontrak baru yang masuk, Sofwan menyatakan itu hanyalah komitmen dari tender yang diikuti di kurun periode kuartal dua dan kuartal tiga 2019. Nah, perihal kontrak baru yang akan dijajaki lagi nantinya akan lebih difokuskan untuk portofolio 2020.




TERBARU

×