kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 18.057   23,00   0,13%
  • IDX 4.997   -188,50   -3,64%
  • KOMPAS100 631   -26,97   -4,10%
  • LQ45 488   -20,09   -3,95%
  • ISSI 172   -7,03   -3,92%
  • IDX30 273   -10,40   -3,67%
  • IDXHIDIV20 357   -9,37   -2,56%
  • IDX80 72   -3,02   -4,00%
  • IDXV30 101   -1,50   -1,47%
  • IDXQ30 90   -3,25   -3,49%

Harga Minyak Naik Menyusul Meletusnya Serangan Baru di Timur Tengah


Rabu, 04 Maret 2026 / 07:47 WIB
Harga Minyak Naik Menyusul Meletusnya Serangan Baru di Timur Tengah
ILUSTRASI. Harga minyak naik seiring munculnya serangan baru di Timur Tengah(REUTERS/Dado Ruvic)


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak naik pada perdagangan Rabu (4/3/2026) pagi. Pukul 07.38 WIB, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April 2026 di New York Mercantile Exchange ada di US$ 74,62 per barel, naik 0,08% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 74,56 per barel.

Harga minyak terus naik seiring munculnya serangan baru di Timur Tengah. Para pedagang mempertimbangkan rencana AS untuk mengasuransikan dan mengawal kapal tanker yang melewati Selat Hormuz.

Mengutip Bloomberg, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa US International Development Finance Corporation akan menawarkan asuransi kepada kapal-kapal untuk membantu memastikan kelancaran arus energi dan perdagangan lainnya, serta menyediakan pengawalan angkatan laut jika diperlukan.

Baca Juga: Konflik Timur Tengah Bisa Meluas, Maybank Sekuritas Minta Investor Lebih Selektif

Langkah AS ini ditempuh menyusul tanda-tanda peningkatan gangguan bagi para produsen minyak di kawasan itu akibat penutupan Selat Hormuz.

"Apapun yang terjadi, AS akan memastikan aliran energi bebas ke dunia," tulis Trump di media sosial, tanpa menjelaskan mekanisme jaminan yang ditawarkan.

"Saat ini baru berupa kata-kata, jadi kita perlu melihat bagaimana hal ini akan benar-benar terwujud," kata Rebecca Babin, pedagang energi senior di CIBC Private Wealth Group seperti dikutip Bloomberg.

Baca Juga: Wall Street Ditutup Melemah, Konflik Timur Tengah Memicu Kekhawatiran Inflasi

Irak, produsen OPEC terbesar kedua telah mulai menutup padang Rumaila dan proyek West Qurna 2, menurut orang-orang yang mengetahui masalah tersebut. Hal ini akan menghentikan sebagian besar produksi negara tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×