kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.566   13,00   0,07%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Lelang SBSN diprediksi raih penawaran capai Rp15 T


Jumat, 10 Juni 2016 / 16:54 WIB


Reporter: Maggie Quesada Sukiwan | Editor: Yudho Winarto

Analis Fixed Income MNC Securities I Made Adi Saputra menduga, pada lelang sukuk negara pekan depan, pemerintah akan memperoleh kelebihan penawaran (oversubscribe) 2,5 kali hingga 3,75 kali dari target indikatif atau Rp 10 triliun - Rp 15 triliun.

Katalis positif bersumber dari membaiknya kondisi pasar obligasi domestik di pasar sekunder. Memang jadwal lelang pekan depan berdekatan dengan pelaksanaan Rapat Dewan Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat alias FOMC Meeting yang berpeluang menekan pasar.

Namun, Made menilai, pertemuan tersebut kurang berpengaruh terhadap lelang sukuk negara yang didominasi oleh investor domestik.

"Dari sisi yield, pemerintah dapat memanfaatkan momen untuk menyerap dana dengan harga yang relatif lebih murah ketimbang pekan sebelumnya," tukasnya.

Menurut Made, ada peluang bagi pemerintah untuk memenangkan lelang sukuk negara di atas target indikatif. Dengan catatan, besaran yield yang diminta investor cukup moderat. Maklum, pemerintah memiliki bargaining power yang lebih besar.

Made memprediksi, PBS009 masih akan menjadi primadona dalam lelang sukuk pekan depan. Investor sukuk biasanya menggenggam instrumen tersebut hingga jatuh tempo guna mengejar imbal hasil. Sehingga mereka lebih menggemari sukuk bertenor pendek agar dapat menahan kepemilikan dalam waktu yang minim saja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×