kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Laju rupiah bakal tergantung outlook The Fed


Rabu, 14 Juni 2017 / 20:14 WIB


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Rupiah mencatat penguatan sebelum pengumuman suku bunga The Fed. Laju rupiah diprediksi berbalik arah jika The Fed memberi pernyataan bernada hawkish.

Di pasar spot, Rabu (14/6) nilai tukar rupiah menguat 0,11% di Rp 13.277 per dollar AS dibanding sehari sebelumnya. Sementara di kurs tengah Bank Indonesia (BI) rupiah menguat 0,06% di Rp 13.286.

Nurdiyanto, Analis Riset Treasury PT Bank Negara Indonesia (BNI) menjelaskan, ada beberapa sentimen yang masih dinanti rupiah.

Dari sisi eksternal, The Fed kemungkinan akan menaikkan suku bunga pada Kamis (15/6). Pelaku pasar akan mencermati outlook kebijakan The Fed selanjutnya. Jika The Fed melontarkan pernyataan bernada hawkish, maka rupiah kemungkinan terkoreksi.

Sedangkan dari sisi internal, pelaku pasar menanti pengumuman suku bunga acuan BI serta angka neraca perdagangan Mei.

Nurdiyanto memperkirakan neraca perdagangan masih akan mencatat angka surplus meski lebih rendah dibanding bulan sebelumnya. Sementara suku bunga acuan BI diprediksi bertahan di level 4,75%.

"Dengan suku bunga acuan saat ini, diharapkan imbal hasil obligasi pemerintah masih positif dan bisa menjaga rupiah," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×