kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.521   21,00   0,12%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Laba turun tajam, saham LSIP tidak diminati


Jumat, 16 Agustus 2013 / 10:23 WIB
ILUSTRASI. Cara Menghilangkan Nyeri Saat Menstruasi. (Tribun Jateng/ Hermawan Handaka)


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Saham PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) ditransaksikan menurun pada transaksi pagi ini (16/8). Data RTI menunjukkan, pada pukul 10.13 WIB, saham LSIP terpangkas 2,63% menjadi Rp 1.110.

Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan, tiga sekuritas yang paling banyak melepas LSIP di antaranya: JPMorgan Securities Indonesia senilai Rp 4,957 miliar, Mega Capital Indonesia senilai Rp 966,770 juta, dan RHB OSK Securities Indonesia senilai Rp 678,715 juta.

Penurunan saham LSIP disinyalir berkaitan dengan kinerja perusahaan. Sekadar informasi, laba yang diatribusikan LSIP kepada pemilik entitas induk turun 71,97% menjadi Rp 179,16 miliar pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 639,20
miliar.

"Penurunan penjualan LSIP yang turun 13,56% menjadi Rp 1,92 triliun merupakan akibat dari pelemahan harga komoditas terutama pada karet dan kelapa sawit meskipun volume penjualan CPO mengalami peningkatan sebesar 9,9%," demikian analisa Betrand Reynaldi, Kepala Riset eTrading Securities.

Dia menambahkan, volume penjualan untuk PK, karet dan benih bibit LSIP selama semester I 2013 juga mengalami penurunan dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, LSIP juga mencatatkan penurunan harga jual rata-rata yang mendorong penurunan penjualan LSIP.

"Untuk ke depannya, kami melihat LSIP masih harus meningkatkan produktivitas dan efisiensi biaya di tengah penurunan harga komoditas yang menggerus laba bersih perseroan," jelasnya.

Berdasarkan konsensus Bloomberg, 11 analis merekomendasikan buy, 12 analis merekomendasikan holds, dan enam analis merekomendasikan sell. Adapun target harga untuk saham ini adalah Rp 1.596.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×