kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Laba TPIA meroket pada Kuartal III


Rabu, 26 Oktober 2016 / 19:22 WIB


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mencatatkan pertumbuhan laba bersih hampir 6 kali lipat di kuartal III 2016. Jika pada periode yang sama tahun lalu perseroan hanya mampu mengantongi laba US$ 30,99 juta, kini meningkat menjadi US$ 216,66 juta.

Pencapaian tersebut sekaligus melewati target laba perusahaan di tahun ini sebesar US$ 200 juta. "Kenaikan tersebut terutama diuntungkan dari margin produk yang kuat dan volume penjualan yang lebih tinggi dari kapasitas baru Ethylene Cracker perseroan," ujar Suryandi, Direktur PT Chandra Asri Petrochemical Tbk dalam siaran pers yang diterima KONTAN, Rabu (26/10).

Rupanya kenaikan tersebut juga diikuti dengan pertumbuhan pendapatan perusahaan. Berdasarkan laporan keuangan TPIA per akhir September kemarin pendapatan perusahaan tumbuh 22,38% dibanding tahun sebelumnya yaitu dari US$ 1,14 miliar menjadi US$ 1,4 miliar.

Salah satu pendorong peningkatan berasal dari lini bisnis olefins. Tak tanggung-tanggung penjualan Ethylene, Propylene, Py-Gas dan Mixed C4 berhasil meningkat 98,47% dari US$ 275,24 juta menjadi US$ 546,27 juta. Kontribusinya kini hampir menyamai lini bisnis polyolefins yang selama ini menjadi pemasok terbesar pendapatan perusahaan sebesar US$ 660,75 juta.

Sayangnya meski pendapatan juga bertumbuh tetapi perolehannya masih belum bisa mengungguli target pendapatan yang dipatok tahun ini. Sepanjang tahun 2016, TPIA mengincar perolehan pendapatan mencapai US$ 2 miliar. Di sisa kuartal IV, perseroan masih harus mengejar pendapatan sekitar US$ 600 juta lagi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×