Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Noverius Laoli
Secara keseluruhan, Investindo Nusantara Sekuritas memperkirakan SMRA dapat mencapai target marketing sales tahun ini. Pihaknya juga memproyeksikan pendapatan dapat mencapai Rp 6 triliun dan laba bersih Rp 490 miliar.
Untuk sahamnya, saat ini SMRA diperdagangkan pada PBV 1,16 kali, lebih rendah dibanding rata-rata PBV 3 tahun terakhir sekitar 1,8 kali. Menurutnya, jika dilihat dari discount to RNAV saat ini masih diperdagangkan pada level sekitar 77% sehingga masih relatif rendah dibanding rata-rata discount to RNAV sekitar 70%, atau jika ditranslasikan sekitar Rp 1.035.
Baca Juga: Rekomendasi Saham Hari Ini (4/3): Selusin Pilihan Saham untuk Berakhir Pekan
"Kami targetkan harga SMRA dapat mencapai Rp 1.000 untuk 12 bulan ke depan, dengan demikian masih ada upside sekitar 26% dari harga saat ini atau masih cukup menarik jika realisasi pencapaian kinerja on the track dengan rencana dan target dari manajemen," paparnya.
Secara teknikal, Analis Phillip Sekuritas Joshua Marcius melihat SMRA berpotensi untuk bergerak menguat terbatas ke area resistance Rp 815 atau area resistance Rp 830 selama bergerak di atas area support Rp 735. Secara teknikal peluang penguatan terlihat dari pergerakan sahamnya masih di atas EMA 34 dan stochastic yang masih mengarah ke atas pada area netralnya.
"Rekomendasi yang diberikan adalah hold dengan target harga di Rp 830 terhadap rekomendasi saham SMRA untuk saat ini," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













